Goodfellas Resto, Cafe Vintage dan Kamar Mandi Istimewanya

by - February 22, 2018


Masih cerita tentang Semarang, waktu itu ada janji dengan Mas Yogi dari Lopen Semarang, komunitas sejarah di kota lumpia ini. Sambil ngobrolin singkat tentang sejarah Semarang di mobil, Mas Yogi ngajakin ke Goodfellas Resto. Memang kalau nyari bangunan kuno atau peninggalan Belanda di Semarang itu gak susah ya, salah satunya ke Goodfellas resto ini.

Pertama menginjakkan kaki di Goodfellas, seakan masuk ke rumah kaca yang dikeliling nuansa taman hijau dari luar. Interior dari Goodfellas ini bernuansa klasik dan dijadikan cagar budaya karena hasil karya dari arsitek wahid Thomas Karsten. Nah ini beberapa ruangan yang bisa jadi pilihan spot foto ketika mampir kesini.




Ruangan kaca, suasananya santai dan ramah karena kaca tembus pandang ke alam luar langsung
Cocok banget buat kamu yang lagi ngobrol santai bareng temen atau bahkan calon pendamping hidup ehe. Cahaya ruangan terpapar langsung dari luar, jadi pas siang hari pas banget dapetin cahaya ilahi buat hasil gambar yang maksimal. Atap genteng Sam Po Kong keliatan kok dari sini, apalagi kalau malam hari makin keliatan kilau bintang kehidupan di Semarang lewat jendela kaca.




Ruangan nuansa otentik serba coklat
Kalau ruangan ini terkesan lebih formal, kaya akan ornamen klasik dan serba gelap. Cocok untuk ngobrol santai dengan klien atau keluarga. Di samping ruangan ini ada ruang meeting juga, masih menawarkan pesona klasik. Monggo yang mau ngadain meeting mewah di Semarang, Goodfellas bisa jadi opsi.




Kamar mandinya istimewa puol
Ketika masuk ke kamar mandi wanita, berasa masuk ke hotel bintang lima (eea lebay). Etapi serius cuy. Otentik banget semua serba hitam dan elegan. Untung ke kamar mandi bawa hape, habisnya gatel sih kalo gak disimpan momennya hehe.





Ada coffee bar dan dan wine uwowow~
Serba lengkap deh di Goodfellas. Mau ngopi mau nge-wine mau nge-beer, monggo aja. Kopi rekomendasi barista disini ada Rengganis, Gayo atau Kintamani yang bisa bikin nikmati pahitnya hidup wehehe. Tapi justru disini saya pesen Cappucino, emang lagi kepengen white coffee aja sih (halah alasan). Eiya bener, kopi hitam kurang cocok disambi sama tiramisu yang saya pesen waktu itu. Kalau kolesi wine-nya sih ada dari Bali, Australia, Chile, sampai Amerika.





Menu yang dipesan waktu di Goodfellas
Waktu itu saya pesen Cappucino didampingi Tiramisu. Sedangkan partnerku yang lain pesen chicken steak dan salad. Harganya sesuai dengan rasanya kok. Gak terlalu mengecewakan dan plattingnya se-elegan tempatnya.





Sayang banget kalau ke Semarang gak kesini. Cucok buat yang hobi hunting spot vintage. Siapin kantong lebih karena menu di Goodfellas lumayan menengah ke atas. Itu aja sih cuplikan singkat dari Semarang, sampai ketemu di perjalanan selanjutnya ya :)

You May Also Like

0 comments