Review Novel The Death Cure #3

by - September 19, 2015


Halo halo, manusia kutu buku. Masih penasaran dengan sekuel The Maze Runner? Tadaaa....sekarang mau review novel ketiga dari trilogi karangan James Dashner ini. The Deatch Cure yang dirilis 2011 ini mendapatkan komentar positif dari Horn Book Guide dan Kirkus Reviews loh. Emang seperti apa sih ceritanya? Yuk skrol ke bawah.


Lanjutan cerita dari The Scorch Trials, Thomas sedang ditahan di sel isolasi. Namun akhirnya dia dibebaskan oleh Asisten Direktur Janson, yang mengatakan pada para Glader dan Group B bahwa ada obat untuk virus Flare. Beberapa dari mereka sudah terjangkit virus Flare, Newt salah satunya. Para Glader ditawari kesempatan untuk mengembalikan kenangan mereka dan menghapus pengendali di kepala mereka. Jika itu terhadi, maka Thomas, Teresa, dan Aris tidak akan bisa berkomunikasi secara telepati lagi. Thomas, Minho, dan Newt tidak memilih untuk menjalani prosedur yang ditawarkan. Tapi Janson tetap memaksa mereka masuk ke dalam prosedur, karena dia yakin akan ada bantan menemukan obat jika mereka mendapatkan kenengan mereka lagi. Ketiga Glader itu (Thomas, Minho, Newt) berhasil melarikan diri sebelum chip dihapus, mereka selamat berkat bantuan Brenda dan Jorge yang bekerja untuk WICKED dan pernah menjalankan tugas di Scorch. Thomas merasa dikhianati setelah kejadian di Scorch, tapi Brenda meyakinkannya bahwa dia tidak punya pilihan lain selain menipu Thomas. Meski begitu, Thomas tetap memaafkan Brenda.

Para Glader menemukan bahwa setiap orang yang menjalani proses restorasi (pengembalian memori--untuk menyembuhkan Flare), Newt mulai menyerah pada Flare-nya, dia merasakan perubahan suasana hati yang tajam. Newt memberi Thomas catatan dan menyuruhnya untuk membukanya ketika waktunya tepat.

Mereka berlima pergi ke Denver mencari seorang pria bernama Hans, yang dapat mengapus chip pengontrol pikiran Thomas, Minho, dan Newt. Newt tidak mampu melanjutkan perjalanan karena infeksi Flare dan sisa dari grup dengan berat hati meninggalkannya di Berg. Di bandara, seorang pria berjas hitam memberikan mereka sebuah alamat. Yang menunggu mereka ternyata Gally, yang bergabung dengan kelompok yang dijuluki Right Arm, kelompok yang bertekad untuk mengakhiri eksperimen ini. Gally mengatakan pada Thomas dan timnya bahwa WICKED mempelajari tiap imun lalu mencobanya lagi di Trials lain. Gally juga mengungkapkan bahwa kota sedang membusuk, banyak orang menderita Flare, tetapi ada vaksin yang disebut Bliss, untuk menghambat proses infeksi Flare.

Thomas dan timnya menemukan Hans. Hans menghapus chip pengontrol Thomas dan Minho. Saat mereka mengunjungi kafe, terdapat perampok mencuri Bliss dan ditangkap oleh pihak keamanan. Lalu, Thomas ditangkap oleh penjaga yang ingin memberikannya pada para pemburu (WICKED). Janson (dalam bentuk hologram) menggunakan kendaraan polisi untuk menyelamatkan Thomas. Janson mengatakan pada Thomas, jika ia ingin menyelamatkan Newt, maka dia harus kembali pada WICKED. Minho, Thomas, Brenda, dan Jorge kembali ke Berg dan menemukan catatan: Newt has been taken to the Cranks (Newt dibawa ke Cranks). Minho memimpin tim untuk pergi ke Istana Cranks dalam upaya penyelamatan Newt, mereka bertemu Newt setelah menyuap beberapa penjaga. Newt justru marah dan menyuruh teman-temannya untuk meninggalkannya. Cranks mengejar mereka keluar, lalu Thomas mengingat catatan Newt dan membacanya. Newt memohon pada Thomas untuk membunuhnya. Thomas menyesal tidak membaca catatan itu daridulu. Thomas dan ketiga rekannya kembali ke Denver.

Di denver, mereka menemukan Teresa dan para imun lainnya telah ditangkap. Thomas dan Minho melumpuhkan para penjaga dan mengancap untuk menembaki kaki mereka jika mereka tidak membawanya ke pemimpin mereka. Thomas dan Brenda bertemu dengan pemimpin Right Arm sebenarnya, Vince. Vince mengatakan bahwa dia sudah menyalin desain WICKED dan berencana untuk mengambil alih markas mereka. Dalam perjalanannya ke Berg, Thomas melihat Newt dengan sekelompok Cranks, mengambil alih Denver. Dengan pistol disakunya, Thomas meyakinkan Newt untuk ikut padanya, tapi Newt memohon agar Thomas membunuhnya. Thomas berusaha untuk meyakinkan temannya, tapi berakhir dengan membunuhnya.



Bekerjasama dengan tim Right Arm, Thomas tiba di markas WICKED dan menemukan Janson sedang menyelesaikan tes penyembuhanya dengan struktur otak Thomas--yang hasilnya berujung kematian. Thomas bersedia menanam perangkat yang mampu menonaktifkan semua senjata WICKED. Tapi kegiatan itu terpaksa dihentikan, ketika pasukan Right Arm masuk ke gedung dan menghancurkan fasilitas.

Thomas terbangun dan menemukan dirinya belum mati. Dia menemukan catatan dari Kanselir WICKED, mengatakan bahwa mereka (WICKED) sudah menemukan sumber daya yang cukup untuk misinya dan tidak membutuhkan otak Thomas lagi. Thomas dan teman-temannya masuk lagi ke Maze untuk menemukan para penangkam imun dari WICKED. Mereka menyadari bahwa Right Arm tidak berencana merebut markas WICKED, tapi berniat menghancurkannya. 

Epilognya, Flare memang sengaja direkayasa dan dirilis oleh pemerintah sebagai bentuk kontrol populasi. Tapi program itu meningkat di luar kendali, terlebih WICKED belum menemukan vaksinnya. Pimpinan menyadari bahwa dari awal para immunes (manusia percobaan) hanya harapan mereka. Sementara dunia mulai runtuh, yang tersisa hanya immunes yang akan membangun masyaratak kembali dan mengembalikan umat manusia. Itulah alasan "WICKED is GOOD".

Fiew, ceritanya tetep seru dan menegangkan as it used to be kok. But I'm not going to spoil anywords disini. Karena ini trilogi, dan novel ini serial terakhir (meskipun ada dua prekuel lain), tapi kamu harus baca novel ini briefly. For me, favorit karakter dalam trilogi ini adalah Newt. Bukan Minho atau Thomas, but Newt. Apalagi ketika dialognya, "Please Tommy, please." memohon pada Thomas untuk membunuhnya. Disitu emosimu akan diuji. Yauds, segitu dulu reviewnya. Selamat membaca yaah.

You May Also Like

0 comments