People Say People Judge

by - August 24, 2013

Semua orang berhak menilai. Termasuk kakek, nenek, adik kecil, balita, teman, remaja, dan semua usia. Apa yang mereka nilai, apa yang mereka lihat. Mereka tidak akan menilai, jika tidak mendengar ataupun melihat sendiri. Dan saya rasa, menilai masalah orang lain atau mencampuri kehidupan orang lain itu penuh sensasi. Kalau itu salah, mana mungkin tayangan gosip selebriti di penjuru dunia ini laris manis dikonsumsi umat manusia.




Tapi dibalik itu, think again. Coba ambil 2 posisi, dimana saat kamu jadi penonton dan aktor/aktris di atas panggung. Saat jadi penonton, kamu menikmati suasana; tertawa, marah, mengejek si pemeran sandiwara, bahkan mencacinya jika jalan ceritanya tidak sesuai pemikiranmu. Dan jika kamu jadi pemegang aksi panggung, kamu mencoba untuk tidak peduli apa yang mereka katakan, hanya melakukan yang menurutmu benar dan kamu yakin itu terbaik.
Singkatnya, saat jadi penonton, kamu berhak bertindak sesuka hatimu. Sedangkan yang diatas panggung? Tidak. Mereka tidak bisa bertindak sesuka hati mereka seperti penonton. Mereka memerankan peran yang lebih penting, peran yang dijalankan mereka sendiri, bertujuan dan berbobot, masalah penonton menerima atau tidak, suka atau tidak, they're doing their best.

Kesimpulannya, dalam ruang saat kamu bernafas sekarang, kamu adalah aktor/aktris. Dan orang-orang disekitarmu adalah penonton. Penonton setia maupun haters, who cares? Ambil saja hikmah apa yang mereka ucapkan, jangan hanya diabaikan. Dan saya yakin, kamu tidak membutuhkan peran pengganti untuk menyelesaikan masalah yang kamu hadapi. Just do it by urself. Kamu lahir bukan untuk sempurna, tapi untuk sebuah kebenaran.

Begitupun dengan saya. Saat saya memilih sebuah keputusan, saya tidak tahu itu pilihan benar atau salah. Yang saya tahu, saya memilihnya karena saya rasa itu pilihan terbaik. Dan pendapat orang lain? Saya tetap peduli, tapi tidak dimasukkan ke hati.

You May Also Like

0 comments