Mama, My Wonderful Woman

by - June 27, 2013


My mom, she's not superwoman, catwoman, wonderwoman, or miyabi. She's perfect woman ever i know and i had. I believe in love at first sight, cause i love My Mom since I opened my eyes.

Mama. Wanita yang pertama hadir ketika cahaya matahari menyusup cela ventilasi kamar, entah itu sekedar siram air atau gedor-gedor pintu dengan teriakan favoritnya, "INI UDAH JAM BERAPA????!!!"
Dan simfoni pagi yang bagiku selalu cerah walaupun kadang cuaca mendung dan berpetir. Sarapan pagi buatan chef wanita paling berharga di rumah, senyuman manisnya, pertanyaan bagaimana rencana anaknya nanti, dan nasihat-nasihatnya yang akan berarti di hari tua bagi penerus generasinya. Tidak ada yang lebih manis dan hangat dari momen ini.

Walaupun celotehnya tiap hari yang bikin hidung panas (alasan kenapa anaknya pesek), beliau adalah orang pertama yang paling ngangenin saat jauh. Dan memang benar, gak ada restaurant termahal yang mampu menyaingi masakan mama. Meskipun kadang masakan beliau kebanyakan garem, kecapnya belepotan, terlalu manis, dan paling parah ya gosong.
Yang aku banggakan dari mama, beliau tidak pernah menuntut. Ingin jadi apa aku nanti, bagaimana cara hidupku, dan siapa jodohku nanti. Sebuah pertanyaan yang pernah terlontarkan untuk beliau, "Mama pengen aku jadi apa nanti? Polisi? Akunting? Atau menantunya presiden 2021?"

Dan beliau menjawab,"Mama cuma mau kamu sukses pakek jalanmu sendiri. Untuk sekarang, orang tua bisanya berdoa dan dukung kamu dari belakang. Selanjutnya, kamu sendiri yang nentuin."

You May Also Like

0 comments