Pesan dari Tacik Jamu

by - June 29, 2013

Sore tadi disuruh papa buat beli jamu asam urat di kedai sebelahnya warung bu jamilah. Waktu lagi duduk nungguin ramuan jamunya diaduk, ada nenek yang datang dengan tangan membawa botol body spray casablanca.
"Neng kene enek parfum? Aku kate tuku, gae putuku..." katanya sambil menunjukkan botol kosong.
"Gak enek mbak, neng kene jamu tok." jawab tacik yang sedang menggunting bungkus jamu.
"Oalah, tak kiro dodol parfum pisan. Neng ndi enek e?"
"Enek e neng kalisari mbah," jawab si tacik yang diiringi kepergian si mbah.
Aku cuma duduk menatap awkward nenek tadi.


"Dia emang agak gini," kata tacik sambil menaruh telunjuk di dahinya.
"Ooh..."
"Saya kasih tau ya, ini penting kalo kamu gak pengen jadi kayak dia." ujarnya.
"KAMU JANGAN PERNAH REBUT SUAMI ORANG. IYA KALAU SUAMIMU HIDUP, KALAU MATI? YA ITU TADI AKIBATNYA.URIPE KLELERAN. KAMU MASIH MUDA, SAYA HANYA MEMBERI NASIHAT. DUNIA INI GAK CUMA SATU. INGAT ITU!" tuturnya dengan lantang, tegas, dan jelas.

Aku cuma ngangguk mencerna apa yang beliau katakan barusan. Dan ini...pas banget untuk sebuah pelajaran hari ini.

You May Also Like

0 comments