Brand New Beat

by - June 04, 2013


Waw, terasa sekali udah 11 hari di rumah dan ada perubahan. Aku senang sekali karena perubahan ini progres. Beberapa hari lalu aku kayak stuck on stupid, buntu dan haus akan motivasi yang menghadirkan sejuta harapan beserta impiannya yang mengikutinya. Tapi sekarang, berkat kesadaran diri ini, akhirnya jiwa yang hilang sempat terbawa angin, kembali. Alasannya, aku berhasil move on dari posisi dimana aku tidak bisa melangkah dan berpikir jernih.

Disini, tepatnya di kamar, di setiap malam, duduk di atas kasur ditemani boneka-boneka yang menuhin luas tempat aku duduk, aku bisa diam sejenak dan mencatat pelajaran yang aku tangkap setiap harinya. Karena belajar itu mulai dari hal terkecil. Bahkan melihat semut berjalan dan kecoa yang berkeliaran di gudang belakang-memberikan pelajaran yang kadang manusia sering tidak menyadarinya. Semut itu punya keadilan rata, entah mereka menganut komunis atau bukan, mereka saling berpelukan saat bertemu siapapun dan kapanpun. Dan jika salah satu temen mereka mati karena diinjak oleh kaki manusia secara sengaja atau tidak sengaja maupun mati karena disemprot racun oleh pemilik rumah (termasuk aku sendiri), teman semut itu dengan kepeduliannya mengangkut jasadnya dan membawanya entah kemana. Mungkin dimakamkan di tempat yang layak daripada terbaring kaku dan berkelana tanpa tujuan disapu bersama butiran debu rumah.

Sebenernya akhir-akhir ini kerjaanku di rumah nganggur. Gak ada aktivitas yang bisa disibukin. Palingan sibuk jagain farel, ngerjain pekerjaan rumah, dan nonton film. Menu film yang aku pilih untuk saat ini, film-film tentang slice of life yang mengajarkan banyak hal dalam hal apapun. Salah satunya film the bintencial man, film ini tentang robot yang sudah hidup bersama manusia ratusan tahun hingga dia mempunya ideologi-ideologi yang bahkan manusia tidak mampu memilikinya. Yang menarik dari film ini, robot ini rela melepaskan keabadiannya sebagai mesin menjadi manusia yang rapuh di makan waktu demi mendapatkan pengakuan dari orang-orang bahwa dia lebih dari sekedar rakitan mesin yang hanya bisa mematuhi sebuah perintah.

Begitu juga dengan keadaan mood setiap hari, walopun gak keluar rumah sama sekali cuma ngendok tok di kandang, tetep ngerasa bahagia. Sepertinya aku udah nemuin cara yang beberapa waktu lalu-saat-buntu, cara untuk mengatasi kesepian dan menciptakan kebahagiaan sendiri dengan belajar dari sekitar, bahaginya nyata bukan semu.
I'm happy for my own way

Walopun yang bikin nyebelin itu, tiap ngecek hape tiga jam sekali, gak ada sms dari orang yang didambakan. Dan lebih sialnya lagi, yang aku dambakan itu siapa? Menginginkan sesuatu yang gak tau apa-yang-diinginkan itu sedikit tragis bukan? Tapi sekarang, aku merasa lebih dewasa dari sebelumnya-dengan caraku sendiri.

You May Also Like

0 comments