[BEHIND THE SCENE] Backpacker Street Food Festival 2016

by - May 05, 2016



The nice thing about team work is that you always have others on your side.

Halow, apa kabar kalian di long weekend ini? Semoga kalian selalu punya cerita indah untuk diceritakan ya. Ngomongin cerita indah, I'll tell you about my pack of happiness moment with my teammates. 


Cerita ini diawali dengan tugas mata kuliah bernama Manajemen Tim Kreatif yang memaksa mahasiswanya membentuk sebuah event organizer dan membuat sebuah acara. Masih ingat, di tanggal 28 Februari, 24 anak Ilmu Komunikasi semester enam ngumpul di gazebo FISIP. Disana kita berembuk mau bikin nama EO apa dan rencana ngadain acara apa. Salah satu tim, Fatur, nyeletuk "HYPE". Esensi dari kata itu adalah berlebihan, kami berharap nama itu membawa energi HYPE di setiap momen yang kami jalankan.

Ngomongin rencana mau ngadain acara apa, ini nih beberapa ide yang kami utarakan saat itu.
1. Pengajian Akbar; ngundang Ustadz, pasti massanya banyak
2. Senam Gratis; pesertanya adalah ibu-ibu dan strukturnya salah satu tim HYPE, Daffa
3. Pesta ibu-ibu PKK; demo masak mengundang salah satu chef, lomba nangkap belut, dll
4. Malang Hijab Fashion; yaa ala ala beauty gitu

Sampai akhirnya, kita menentukan mau ngadain acara festival food bernama Backpacker Street Food Festival 2016. Meskipun agak insecure, karena beberapa ada yang gak yakin, emang bisa ngadain event segedhe itu? Modalnya dari mana? Kalo rugi banyak gimana? Ancaman itu masih terngiang, tapi justru kami mencari jawaban itu dengan usaha.

Ngomongin usaha, boleh dikatakan gak-ada-yang-gak-usaha. Semuanya berkontribusi. No gap. Belum lagi, kami mengutamakan hubungan kerja tim ketimbang profit apa yang kami dapat setelah acara ini berlangsung. Yes, dari awal kami memang bukan profit oriented, yang penting acara berjalan lancar dan syukur-syukur kalau modal pribadi kembali, karena kami semua berawal dengan nol, berawal dari energi nama HYPE.

Hal yang paling seru untuk diceritakan adalah prosesnya. Proses kami mengembangkan BSFF. Dibandingkan dengan festival food tim lain, kami belum mendapatkan dukungan finansial dari siapa-siapa. Yang sempet bikin tim eksekutif pusing kepayang, bahkan kami berencana memutuskan untuk mengganti acara. But, quit is not our style! Kami mencari celah supaya acara ini tetap berlangsung. Kami tau, sponsor finansial itu tidak mudah, kami menafaatkan media partner sebanyak-banyaknya dan membuat konsep promosi yang 'berbeda'. Dengan konsep promosi yang berbeda ini, kami rela malu dan menjadi diri sendiri di media sosial kami. Yups, mau lihat contohnya? Coba skrol ke bawah untuk tahu foto-foto editan paling epic.
Foto Paling Epic
Fatur dan Teletabies tim mau dateng ke BSFF


Foto yang paling banyak comment, share, and like

Bukan cuma ngeboost di bagian konten promosi, kami juga melakukannya terus-menerus sampai dianggap nyampah di timeline. And as you know, baik itu lover or hater, membuat kami semakin kuat dan yakin. Kami juga konsisten untuk buka stand makanan di lantai satu, bergantian jadwal jaga stand dan jualan risol, tahu pentol, dan lainnya. Meskipun susah, beberapa ngeluh, tapi kami enjoy dengan itu. 

Yang membuat kami enjoy; karena kami merasa seperti keluarga. Tiap hari ketemu. Kami punya sense of belonging tinggi. Datang rapat bukan karena takut nilai jelek atau bahkan pengen tau info terupdate, tapi pengen ketemu sama orang-orangnya. Kami lembur dekor sejak seminggu sebelum acara, berangkat pagi pulang sore. 

Saat H-1 berlangsung, emosi kami agak campur aduk. Duh, rame gak ya, atau sepi. Tapi, yang kami lakukan saat itu adalah usaha maksimal. 24 non stop gak tidur sampai acara selesai, and we're still alive and enjoy the show!
Hujan adalah momok terbesar kami. Ngomongin pawang hujan, kami gak pakai itu. Karena kami menganggap itu tabu. Alasan kedua karena mahal, budget gak cukup berjuta-juta hanya untuk pawang hujan. Setiap rapat dan sesudah rapat, atau dimana pun momen kami bersama, kami selalu mengawali dan menutupnya dengan doa. Dan salah satu tim hebat kami, Ghaniem, bilang, "Lid, doa paling manjur itu doa orang tua."

Bahkan saat briefing hari H, "Tolong sisakan waktu tiga menit kalian, untuk telfon orang tua. Minta doa dan dukungan mereka supaya acara ini lancar dan gak hujan". And we did it. Ada yang telfon orang tua, sms, dan wa mereka. Kami percaya doa orang tua itu manjur, Alhamdulillah acara kami tidak dihujani air dari langit. That's the most thing we always remembered.

Karena kami mengawalinya dengan Bismillah, menjalani prosesnya dengan usaha, dan melewatinya dengan Alhamdulillah. Kita percaya dengan quote bahwa perjuangan itu gak pernah mengkhianati hasilnya. Dan kami tau itu karena kami menjalaninya sendiri.

Terimakasih anak-anak HYPE yang mau diajak malu, lembur sampai malem, dan berani menjadi diri kalian sendiri disini. Bangga punya kalian. Jarang-jarang punya tim yang selalu punya cerita menarik untuk diceritakan. Bangga 'kan bisa ngadain acara festival food yang dihujani banyak pujian dari berbagai pihak? Itu semua gak bakal kita dapatkan tanpa usaha, terlebih kerja tim yang lues.

Thank you Rafi as my back up leader, thank you my executive; Caca, Dinar, Hana, Anggi. Thank you my part of body; Ghaniem, Devina, Alvinia, Daffa. Thank you my completeness; Cintya, Amel, Fida, Ismiya, Tiara, Linda, Desti, Fatur, Ucha, Gita, Nita, Nana, Yuki, Denada. And all volunteers who already helped us during the show. We made it happen. My message from this event; Miracle will happen in the last minute, so, don't lose your hope (efek dapet sponsor H-7 banget, Alhamdulillah).


Warm regards
Lidya Charolina
Your most cute leader

Some article about this event, reach it here:
Malang Voice
Malang Today
After Technical Meeting


Kampanye di Car Free Day Ijen
Perjuangan Pasang Gate In 4,5 jam

Konsep Food Court BSFF

Emosi Campur Aduk: rame gak ya, rame gak ya



Ops. Bonus! Secret letter from him.

"Nanti plan B-nya kita buat acara lomba masak ibu-ibu di Ketawanggede, kerja sama sama ibu2 PKK-nya. Nanti ada senam. Daffa yang jadi instrukturnya."

Aku juga masih ingat dulu celetukan lucu kita. Obrolan 24 orang yang mungkin masih belum percaya sama kemampuan diri kita sendiri, ataupun kemampuan masing2 teman kita. Ga masalah, karena semua hal butuh proses, dan kita lah bukti dari proses itu sendiri. Kita membuktikan bahwa kita bisa berproses.

Makasih dan sukses untuk temen2 HYPE. Aku bangga sama kalian. Terimakasih udah jadi tim yang selalu down to earth. Terimakasih udah jadi tim yang mau soro H min acara tanpa banyak ngeluh. Terimakasih udah jadi tim yang punya harga diri, ga perlu balas nyerang haters, itu ga penting. Terimakasih udah jadi tim yang bisa diandalkan. Kesuksesan acara kita adalah apresiasi terbesar untuk diri kita masing2 rek. Jadi berbanggalah.

Semoga kita semua bisa lebih sukses di lain kesempatan. Love you puolll (jare Devina).


(Fathur, 5 may 2016)

You May Also Like

0 comments