6 Pesonaliti Yang Harus Dimiliki Untuk Menjadi Profesional

by - October 15, 2015


Saat MC mengajukan pertanyaan "Siapa yang ingin berdiskusi dengan Bu Herlin (CEO Cigna Indonesia)?", saya mengajukan diri dengan tiga delegates lain di Manager Board Conference, Jakarta. Kami berempat diberi kesempatan berdiskusi singkat dengan Bu Herlin selama 45 menit. Saya mendapat banyak pelajaran dan ilmu baru dari beliau. Sungguh kesempatan yang berharga, duduk di meja yang sama, suguhan Lemon Tea, dan berhadapan langsung dengan wanita yang menjadi pemimpin perusahaan dengan 3000 lebih karyawan. Saya mencatat poin penting tentang personaliti yang harus dimiliki untuk menjadi profesional. Apa saja? Skrol ke bawah yuk.


1. Expand Networking
Dimanapun dan kapanpun, networking itu penting banget. Bu Herlin menceritakan pengalamannya saat krisis 1998, you know Indonesia saat itu tidak aman dan ekonomi sedang kacau. Berkat networking, Bu Herlin dibantu oleh temannya di Singapura. Beliau berjuang di negara tetangga dengan dua anak, menjadi ibu rumah tangga sekaligus bekerja sebagai single mother, karena suaminya harus bekerja di Jakarta.
Kenapa networking itu penting? Sepintar dan sekompeten kamu, kalau kamu gak punya networking, sama aja pergi ke lantai 27 naik tangga. Sedangkan kalo kamu punya network, kamu bisa naik ke lantai manapun pakai lift. See? Itu terbukti loh.
Bagaimana membangun networking? Engage diri kamu kemana aja. Gabung ke beberapa platform yang sesuai dengan passion kamu. Jangan bilang kamu gak tau platformnya -..- Bukannya gak tau ya, tapi kamu aja yang males mencari. Well, kesempatan itu dicari lho ya, bukan ditunggu. Banyak platform untuk engage networking. Contohnya, kamu bisa gabung berorganisasi dan berkontribusi disitu. Kalo gak suka organisasi, kamu bisa ikut jadi volunter di beberapa project atau event. At least, selain nambah networking juga nambah potensi kamu bekerja dalam tim.

2. Passionate
Semua perusahaan bergengsi atau besar butuh orang yang passionate. Orang passionate dipandang valuable di mata perusahaan. Bu Herlin bilang, ketika interview, HRD itu udah bisa screening mana orang yang passionate dan tidak. Bagaimana menjadi passionate, pertama-tama harus knowing yourself. Kamu itu siapa, maunya apa, bisanya apa, dan pengen ngelakuin apa. Lakukan apa yang kamu sukai, love what you do and do what you love.
Seperti Bu Herlin, dia bilang passionnya adalah pekerjaannya. Challenging dari sebuah pekerjaan adalah nafasnya. That's why lembur di kantor sampai jam 2 atau 3, gak pernah ngerasa capek atau lelah. "Bahkan ada yang nanya, emang gak capek ya bu? Saya jawab, capek sih, tapi saya gak pernah ngerasa kerja (sangking enjoynya)" ujarnya.

3. Evaluate and Willingness To Change
Harus ada kemauman untuk berubah. "Kamu tau kenapa orang itu bisa berhasil dan sukses?" tanya Bu Herlin. "Karena evaluate and willingness to change" jawabnya.
Setiap kamu gagal atau jatuh, evaluate. What's wrong with the system, repaire and fix it. Evaluasi SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat) itu penting banget dan wajib kamu lakuin. Willingness to change maksudnya, you must adapt not adopt. Beradaptasi dengan lingkungan dimana kamu berada tanpa mengurangi komitmen yang kamu miliki. Kalau kamu gak ada willingness to change, ya gimana mau belajar kalau kamu sendiri masih stuck dan terlena dengan comfort zone kamu. Opportunity itu berjuta-juta loh, dan kamu just need to jump out from your comfort zone and explore your potential.

4. Fast Learner and Eager to learn
Perusahaan besar juga butuh orang-orang fast learner. It's not about skill or capability, but about willingness and eager to learn. Yang dicari itu bukan orang yang pintar di bidangnya, tapi orang yang mau belajar dan berusaha. Niat sih ada, tapi tanpa dibarengi dengan usaha sama aja tong kosong nyaring bunyinya. So, belajarlah mulai dari hal kecil, suatu saat pasti bisa jadi pengaruh besar dalam hidupmu.

5. Share and Facilitate
"Kamu tau apa yang membedakan bos dan leader?" tanya Bu Herlin. "Bos itu berada dipuncak karena prestasinya sendiri. Sedangkan leader, dia bisa berada diatas puncak dan mau membagi ilmunya ke siapapun."
Prestasi yang kamu punya sia-sia kalau kamu tidak membagi ilmu itu ke orang lain. Share and facilitate people. Belajarlah untuk berbagi dan fasilitasi orang-orang. Even kamu merasa, ah buat apa sih dan apa untungnya buat aku, sometimes you'll figure it out--what's the meaning of sharing and facilitate people itself.

6. Humble
Seperti padi yang menguning. Semakin kamu berada dipuncak, segudang prestasi, dan jabatan tinggi, berusahalah untuk tetap humble. Stay high but keep your head down. Respect other and keep learning.
Mbak Fitri, manajer yang mendampingi Bu Herlin bahkan sempet bilang, "Kalian beruntung loh bisa ngobrol banyak dengan Bu Herlin. Saya aja untung-untungan ketemu dia di kantor. Tapi Bu Herlin emang orangnya dekat dengan semua orang tanpa mengurangi rasa hormat." Saya merasa sangat beruntung mendengarnya.

7. First 90 Days Recipe [BONUS!]
Let's talk about first impression. Resep ini disarankan untuk orang-orang yang baru bekerja di perusahaan, how to make an impression in your company dalam waktu 90 hari. Bu Herlin bilang, first impression itu penting. Karena itu menentukan pantaskan kamu di perusahaan itu atau bakal di manage out.

  • First Day
  • On-Boarding
  • Adapting and Cultural Fit
  • Learning
  • SWOT
  • Focus & Plan - Top 3 prioritis
  • Networking and Engagement
  • Impression
  • Enjoy and Have fun

Well, itu aja poin-poin yang bisa saya sajikan dari 45 menit berbincang dengan Bu Herlin. Kesimpulan saya, personaliti itu main core kita untuk hidup guys. Kalau kamu gak punya core yang bagus dan gak pernah terlatih, gimana kamu bisa bergabung di sistem yang bagus. Kalau kamu bermimpi pengen jadi profesional, kerja di perusahaan bergengsi, bisa sejajar dengan orang-orang kompeten, lihat dulu core yang kamu punya. Udah qualified belum? Last but not least, yang harus kamu tau itu knowing yourself. Ya seperti yang aku jelasin diatas tadi, kamu itu siapa dan maunya apa. Mulai dari sekarang belajarlah untuk discover your personality. Semoga bermanfaat ya tulisan ini.

You May Also Like

0 comments