This is My 19th's Stories

by - July 26, 2014

Ciee yang makin tua, makin ndut, single juga cie..cieee.....

Hello, welcome to my 19th. As usual, mulai dari bangun sahur gak ada yang spesial sampai selesai pulang solat magrib. Ntar dulu cerita surprisenya, mau ceritain my long long way until I become myself as 19th. 


Nih, ada postingan ulang tahunku yang keenambelas tahun (klik) dan kedelapan belas tahun (klik). Yang sweet seventeen malah kaga ada, postingannya ngedraft dan udah mubasir kalo di publish. Pas baca-baca postingan lampau, ngakak dan gak bakal aku edit meskipun di jaman 16th itu masih punya pacar dan alaynya, astaga, lihat sendiri.

Well, time so fast. Kayaknya kemarin baru pertama kali punya blog, kelas 1 SMA, dan sekarang udah kuliah mau semester tiga aja. Dan satu tahun lagi, udah kepala dua alias 20th. Rasanya pengen terjebak ke Neverland dan gak mau kembali ke planet ketiga dari tatasurya ini. Jalanin masa transisi aja lho, terjangan ombak dalam hidupnya beratnya minta ampun. Apalagi menginjak masa dewasa, maksudku, bener-bener dewasa. Dimana keputusan, komitmen, dan konsekuensi kekal gak bisa labil seperti masa muda doeloe. Jangankan mikirin jodoh (ini pikiran berat, sangat, sangat berat) tapi ada yang harus dipikirin lagi, apa? Keluarga. Bagaimana bisa, caranya membahagiakan orang tua, adik-adik, kakek nenek, pakdhe dan budhe. Gimana kalo nanti kita gak berhasil, gimana nanti kita stuck ditengah jalan, gimana, dan gimana. Alasan kenapa merantau jauh dari rumah, alasan menguras gaji orang tua untuk melunasi ukt, dan alasan lai. Bagaimana kalau aku gak bisa membalas budi dari alasan-alasan tadi? Well, let see what's happen.

Satu paragraf diatas memang agak berat dan dipikir sambil mlaku wae. Sekarang, aku mau ceritain big surprise dari part of my souls. Pulang dari solat magrib, lagi asyik-asyik baca postingan HBD WUATB-nya dari teman facebook, ada yang gedor-gedor pintu dari depan. Pas lagi buka pintu, pas banget, dua tepung mendarat di atas kepala. Alhasil, rambutku dishampoin tepung dan itu, menyebalkan banget malem-malem harus keramas.



Diluar itu, I'm really really happy. Lengkap banget. Ada mama, kurci-kurcil (adik dan keponakan), sepupu, dan semuanya melebur jadi satu ngabisin kue tart-nya. Andai aku orang melankolis pasti ember bisa nampung penuh air mataku. Dan mama bilang, "Maaf ya, mama cuma bisa ngasih ini. Wish you the best my princess". Biarpun cuma sekotak blackforest, to me it's more precious than any expensive jewelry in whole world.


Memang gak ada sekotak kado berlapis motif bunga atau semacamnya, tapi, anehnya, dapet banyak saweran. Aih, udah kayak penyanyi aku rapopo aja. Iya, dapet saweran beberapa lembar uang 50rb dan 100rb dari sepupu. Alasan mereka sama, "Aku bingung mau beli kado apa, jadi nih aku kasih fresh-nya aja." No words I have to say except, Alhamdulillah Ya Allah.






Pembagian Tart :))

Kiss My Moms
Ini yg lainnya ngehindar dari tepung, ini malah ngolesin tepung sendiri di botaknya

You May Also Like

0 comments