Indonesia Selalu Punya Topik Debat

by - July 12, 2014


Sumber: images.memes.com/

Beruntung sekali lahir di bumi pertiwi yang dikenal negara maritim dan bendera tulang putih merah darahnya. Meskipun di negara ini untuk mencapai aktualisasi diri dan kesuksesan itu presentasinya sangat, sangat sedikit dan sulit. Ya iyalah, bisa dilihat dari kepadatan penduduk di Indonesia aja banyak banget . Ditambah lagi, negara kepulauan ini terdiri dari ratusan suku, agama, dan ribuan budaya yang berbeda-beda. Wajarlah kalau tiap ada isu baru langsung terpecah dari beberapa kubu dan saling menghujat.


Yang masih anget-anget nih, pilpres 2014. This is only me or memang di tahun ini mulai dedek ingusan sampe kakek kakek cegukan ikut andil berpendapat dalam berpolitik. Indonesia terpecah belah menjadi dua kubu. Yang satu dukung Pak Wo, satunya lagi Pak Wi. Dua-duanya setengah dewa yang punya kekuatan sama tapi kemampuan berbeda. Seperti pengendali air dan pengendali api (iyain aja deh). Sedihnya, media massa yang seharusnya mengabdi kepada masyarakat berubah haluan ke pemilik modal. Jurnalis yang seharusnya mempertahankan ideologinya, demi kebutuhan hidup mereka mau saja meliput dan memberitakan hal-hal yang dapat meningkatkan atau menjatuhkan citra salah satu capres atau cawapres.


Media sosial selalu jadi platform untuk berdebat. Mulai dari kata-kata bijaksana sampai kata-kata kebun binatang pun terlontarkan di kolom komentar. Ya mau gimana lagi, media sosial membuat opini masyarakat semakin kritis, dan kritis itu berbahaya kalau tidak bisa dikendalikan. Jadi kelihatan agresif semua orang-orang yang dukung jagoan capresnya. Yang dewasa, cukup jadi silent reader aja. Yaa, cukup tau aja lah bagaimana orang-orang menyampaikan pendapat sesuka hati mereka. Yang penting suportif dan gak usah menjelek-jelekkan sesuatu jika kamu tahu dirimu sendiri masih jauh dari sempurna.


Giliran pemilu 9 July beres, lahirlah isu baru dengan hastag #PrayForGaza. Memang memprihatinkan jika dilihat apa yang terjadi pada saudara-saudara kita di Palestine. Namun, jauh dari itu, yang bikin miris munculah perdebatan baru yang menyangkut SARA, khususnya agama. Banyak yang menghujad Yahudi, nasrani, atau kaum non is lainnya. Padahal, menurut menlu Palestine sendiri, justru antara Israel dan Palestine sama-sama punya warga negara Yahudi dan Muslim. Apa yang bikin masalah? Nah, harus pinter cari jawaban dari beberapa media yang netral. Sejauh mata menyimak berita internasional (oke in aja), tindakan kekerasan tidak proporsional yang dilakukan Israel kepanda Palestine adalah upaya balas dendam karena Hamas dari Palestine mengirim dua ratus roket ke Israel. Cerdasnya, Israel punya kubah besi yang seperti magnet, jadi roket mah kaga mempan kalo mampir kesana.


Kita sebagai generasi muda Indonesia yang masih sangat, sangat jauh dari Gaza, berdoa kepada Tuhan masing-masing semoga peperangan di dunia ini berhenti. Seperti kata planet remaja dulu; peace, love,  and gaoel~




Saran dari penulis. Boleh sih kamu berpendapat, tapi perlu diingat kalau orang itu tidak menilai seberapa baik atau indahnya tulisanmu, tapi seberapa tepatnya ideologi yang kamu sampaikan tidak menimbulkan opini buruk dari teman-teman tentang kamu. Karena, apa yang kamu tulis atau posting, sifatnya tidak bisa dibenahi. Kalau terlanjur beropini seperti itu ya sudah, kamu akan diingat reputasi ideologi yang kamu punya seperti apa. Itu aja sih dari saya. Selamat berdebat, saudaraku :))

You May Also Like

1 comments