Review Novel Divergent

by - April 04, 2014

 
Mungkin saya agak telat ngepost ini, karena memang ya baru beli juga novelnya. Maaf curhat, karena memang stok edisi cover pertama udah habis udah nyari kemana-mana kosong. Baru kemarin dapet dan senengnya bukan main. Ironisnya, dapet novelnya setelah nonton filmnya duluan. Eh, curhat lagi. Yaudah lanjut ke reviewnya aja.


Setelah perang nuklir di Chicago, dibagi lima faksi menurut kecapakan individu.
1. Abnegation : Dituntut untuk tidak peduli diri sendiri, tidak egois, dan perhatian penuh pada sekitarnya. Suka membantu dan hidup sederhana. Pakaian yang dipakai warna abu-abu.

2. Dauntless : Polisinya dari kelima faksi. Berani, tangguh, dan tidak pernah menyerah. Dilatih tiga kecakapan, yakni fisik, emosi, dan mental. Menurutku sih, memang faksi ini yang paling keren diantara lainnya, dilihat dari bagaimana mereka naik turun dari kereta yang berkecepatan tinggi. Pakaian yang digunakan cenderung berwarna hitam dan identik dengan tato dan tindik di tubuh mereka.

3. Candor : Komunitas yang penuh kejujuran. Kalau digambarkan seperti pengacara atau pengadilannya dari kelima faksi. Semua yang dikatakan orang candor jujur dan tidak bisa berbohong. Pakaian yang digunakan hitam dan putih, simbol kejujuran dan kebohongan.

4. Amity : Penuh kasih sayang dan ketentraman. Berperan sebagai petani dan hidup makmur bersama yang lain. Pokoknya komunitas paling nyaman diantara kelima faksi. Pakaian yang digunakan berwarna merah atau kuning.

5. Erudite : Sekumpulan orang-orang pintar, penemu, ber-IQ tinggi, dan menciptakan banyak teknologi. Pakaian yang digunakan cenderung berwarna biru.

Selain itu, ada satu faksi lagi dimana sekumpulan orang-orang yang tidak masuk dalam lima faksi diatas. Mereka menyebutnya factionless, orang-orang tersebut berstrata paling rendah dan tidak memiliki tujuan hidup.

Kisah dimulai saat tes kecakapan perilaku, Beatrice Prior dari Abnegation mendapati dirinya memiliki divergent, dimana ia memiliki lebih dari satu sifat faksi. Faksi dari tesnya adalah Abnegation, Erudite, dan Dauntless. Pilihan yang ia ambil saat pemilihan faksi adalah Dauntless. Tahap awal yang disebut inisiasi di Dauntless menjadi cerita yang menegangkan dan seru. Mulai dari tes keberanian dan mental yang menegangkan, bertemulan Beatrice yang mengubah namanya menjadi Tris pada Four.

Divergent dianggap sebagai simbol pemberontakan karena mereka tidak bisa dikontrol maka harus dimusnakan. Four yang tahu Tris adalah divergent, berjanji akan melindunginya. Namun Erudite yang sedang berselisih dengan Abnegation berencana menggulingkan musuh beratnya itu dengan memanfaatkan Dauntless untuk memusnahkan Abnegation.

 
Cerita epiknya saat Tris tahu bahwa Four ternyata sama seperti dirinya, seorang Divergent! Namun sayang ia harus kehilangan orang yang ia sayang, temannya Will dan All, dan kedua orang tuanya. Setelah berhasil menggagalkan usaha Jeani--pemimpin Erudite, Tris ditemani yang lain menjadi factionless karena meninggalkan kekacauan faksi mereka.
Tentu cerita tidak berakhir disitu, karena masih akan disusul dengan novel Insurgent dan Allegiant karena memang novel karya Veronica Roth ini serangkaian trilogi fiksi remaja yang benar-benar di luar imajinasi dan mengagumkan.

You May Also Like

0 comments