Ceita Sekolah: 6 Chickens And The Story

by - April 06, 2013




Cerita di masa putih abu-abu itu ibarat awan putih yang ada di atas langit, dimanapun kita memijakkan kaki di bumi, awan putih itu selalu ada, kenangan itu selalu ada. Di sekolah, kita ketemu temen baru yang kemudian jadi sahabat, mantan, gebetan yang gagal jadi pacar, guru dan ibu-ibu kantin penggosip. 
And now, im gonna show you "6 chickens and the story"

Awalnya, singkat aja ya, kita dulu berenam mulai jadi deket sejak kelas 11 karena bangku kita berdekatan juga. Mulai deket lagi waktu pergi ke kantin bareng, ke perpus bareng, ke wc bareng dan kadang jalan-jalan naik elang bareng. Kenapa kita dijulukin ayam? Kita bukan gengster yang bercodet dan selalu malak adik kelas pakek cobek, kalo jadi gengster palingan kita malak hati pacarnya orang, kan lumayan. Kita juga bukan ayam-ayam yang menjual paha-paha mereka, karena kita berenam sadar paha kita nggak ada yang mulus, jadi walopun di jual juga gak bakalan laku. Alasan dipanggil grup ayam karena di setiap pelajaran mulut kita gak bisa diem. Kalo guru nerangin, ada yang makan dan casciscus ngomongin gebetannya masing-masing. Bedanya kita sama ayam yang asli, kita gak berak sembarang di kelas.
Dan aku mau kasih deskripsi singkat tentang mereka.

1. Mbak Miah
Dia berperan sebagai kakak ayam. Suaranya kalo lagi labil pasti nyecream. Di kantin, dia paling lama sendiri kalo makan, satu sendok satu butir nasi. Untuk urusan asmara, karena jomblonya kelamaan jadi kalo ada gebetan yang deketin hobinya php-in mereka. Dibalik hobi gantungin hati orang, mbak miah ini pernah sekali digantungin sama mantannya, lamaaa banget. Jadi selama masa-gagal-move-on-nya itu dia sering marah-marah, tiap ditanyain apa jawabnya apa.
L : Mbak miah, gimana sang mantan?
Mbak miah : Oh faaak...fakfakfak. Shitshithsit, whattheguguk, whathemeong, whathemonkey!!!
Jadi, saranku, jangan pernah singgung mantan ke dia.

2. Deasy Echi
Dia berperan sebagai tante ayam. Kemana-mana kita pergi, kita slalu antisipasi bawa speaker. Soalnya kalo echi ngomong itu pelan banget, entah karena dia punya kemampuan bicara dengan semut. Entahlah...
Dia wanita berkerudung yang sangat mencintainya kekasihnya. Dibalik bahasanya yang lembut, ternyata echi punya jiwa macan dalam dirinya. Cuma, jiwa macannya bakal muncul kalo ada yang nyentuh pacarnya secuil rambut pun. Tapi dia punya sejuta imajinasi tentang masa depan, berimajinasi adalah hobinya. Hari ini pengen jadi bidan, besoknya ganti pengen jadi ekonom, besoknya ganti pengen jadi guide, besoknya lagi ganti jadi siluman macan beneran.


3. Bella
Dia berperan sebagai tetangga ayam. Kalo ayam lainnya masih mending walopun jomblo masih punya mantan, sedangkan bela harus nerima nasibnya kalo dia belum pernah pacaran sejak ari-arinya dipotong. Dan kalo ngajak ngomong sama dia, tiap spasi pasti dia selalu unjuk gigi kudanya. Dikit-dikit ketawa, dikit-dikit ketawa.
"bela, buku pe-erku kamu bawa?"
"Ahihihihi...."
"bel, pe-erku kamu baw...?"
"Ahihihi..."
"Bel, buk..."
"Ahihihi..."
Jadi kalo mau berkomunikasi sama dia, lewat sms aja


4. Fasta mbul
Dia berperan sebagai adik ayam. Dia ayam yang kucluk. Kadang aku juga bingung sendiri gimana nulis kelehorannya dia. Undescription. Tapi dia ayam paling beruntung dibandingin ayam-ayam lainnya yang kena jomblo struktural maupun jomblo friksional. Habis putus sama pacarnya, ibarat mati satu tumbuh seribu. Jadi curiga, jangan-jangan dia pakek susuk ayam dari eyang subur, hmn...hmn...

5. Dita, the real chicken
Dia berperan sebagai ayam sejati. Dia, pelopor misi-misi rahasia yang sebenernya juga bantuin ayam-ayam lainnya. Pengetahuannya yang luas tentang cara cepat dapetin pacar ampuh banget, tapi banyak gagalnya. Dia sayang semua mantannya, sayang semua pacarnya, dan sayang semua selingkuhannya. Tapi diantara semua itu, dia paling sulit nerima kenyataan jomblo...sampai sekarang. Beda sama jomblo lainnya yang bangga dirinya jomblo, ayam yang ini selalu bertanya-tanya, "Apa yang salah denganku? Kenapa aku bisa jomblo? Kenapah? KENAPAAAH?!!"


Nggak adil kalo kelima ayam udah terdeskripsi sedangkan yang nulis yang juga termasuk ayam belum. Jadi gini, aku berperan sebagai induk. Alasannya, karena aku pendiam diantara lainnya. Mereka banyak tingkah, aku dikit aja tingkahnya. Karena aku terlalu banyak berbuat baik juga, jadi dijadikan panutan oleh mereka. Aku paling normal diantara mereka, its true.
(NB : Yang bersangkutan, kritik dan komplain kirim ke mantan masing-masing ya)

You May Also Like

4 comments

  1. najissss awakmu pendiam ndukkk.. -_-

    ReplyDelete
  2. eh eh eh
    editannya ini untuk yg terkahir,lidya dengan julukan induk ayam adalah ayam ter-innocent di dunia. suka ngelimpahin kesalahan ke orang lain,selalu dengan wajah polosnya bertanya 'opo opo opo??' saat temennya selesai cerita panjang lebar dan padahal dari awal cerita dia ada di depan yang ngomong. dan dengan polosnya sehabis bercanda habis-habisan gara-gara make up salah satu guru dan akhirnya guru itu bertanya 'ada apa kok ketawa-tawa?', lidya menjawab 'ngga tahu ini bu' sambil menunjuk ke arah dita dan fasta dengan wajah polos tanpa dosa dan tanpa sisa tawa sedikitpun di wajahnya karena sok perhatiin pelajaran.so, hati-hati saat anda bercanda dengan induk ayam yang satu ini.
    dan ralat berikutnya, untuk deasy, yg tertulis di atas adalah 'jiwa macannya bakal muncul kalo ada yang nyentuh pacarnya secuil rambut pun' itu salah,tapi ada benernya dikit sih,hehe,tapi yang paling bener adalah, 'jiwa macannya akan muncul jika ada orang yang mengganggu ketenangan dan ketenteraman hidupnya'. :)

    ReplyDelete
  3. Zeqi : Cabul apaan sih... Kamu gak sadar aku pendiam?

    Echii : Aku? Polos de? Ah, salah lihat...salah orang pasti kamu. Namanya siluman macan ya macan, senggol terkam! wkwk

    ReplyDelete