Tulisan di pagi hari dan perasaan empati ini

by - April 21, 2017


Jadi jam 02.48 tiba-tiba kebangun aja. Tanpa perasaan kaget atau apapun, mata tiba-tiba melek ngejreng aja gitu. Biasa lah, kalo bangun tanpa sebab apalagi di pagi buta langsung parno gitu. Kebetulan lampu kamar dimatiin kalo tidur, jadi hal pertama yang dilakukan adalah menyalakan lampu--yang sebenernya itu justru bikin mata silau dan yah, say goodbye sama tidur. Gak mungkin ngantuk lagi. Buktinya? Nih lagi nulis ini.

Betewe tadi aku tidur jam setengah satu atau jam satu malam, habis ngerjain skripsi BAB 2 yang isinya bahas literatur, gak heran lah ya satu/dua paragraf aja udah bikin ngantuk. Tapi tetep aja, biarpun udah tutup laptop dan matiin lampu, disitu terbesit niat baik, "Oke lid, simpan energi buat besok. Tidur nyenyak," nyatanya malah skrol timeline Twitter dan Instagram sampai kebawa tidur dan demi apapun gak paham bisa kebangun di pagi buta.

Oke di postingan ini sebenernya gak jelas mau nulis apa. Di pagi buta gini pikiran udah kemana-mana so pardon me kalo tiap alinea bahasnya gak jelas. Tapi di alinea ini aku nulis pikian tentang mati (lagi). Di postingan sebelumnya "when I'm think about dead..." disitu aku nemu salah satu tumblr yang dimana aku ngerasa like a mirror. Oke ini lucu, pas bangun dalam keadaan parno tadi, lagi-lagi aku buka tumblr itu dan baca lagi postingan yang belum kebaca karena kemarin bacanya cuma sekilas aja. Dengan harapan bisa balikin mood kayak kemarin, at least, lupa sama parno tentang mati lagi. But you know what? Semakin aku skrol-skrol, aku amati, terakhir dia posting bulan Maret 2016. Setelah baca-baca (hampir) semua postingannya, seems like she's desperate. 

Di paragraf ini bahas tentang si dia pemilik tumblr ini ya. Idk why I feel attached aja sama dia. Kemarin pas baca, disitu aku mencari-cari kepastian apakah dia laki-laki atau perempuan. Dia gamer, jurusan pemrograman, isinya things about code, bahkan dia punya website lain yang bahas tentang IT. Intinya gaes, asumsiku sih dia adalah laki-laki. Dan setelah dikorek-korek, di salah satu postingan dia mention "gue bukan cewek kayak gitu kali". Fakta terakhir, dia adalah cewek yang dimana dia usianya lebih tua sekitar dua atau tiga tahun? Karena di tahun 2016 dia di semester 9...berarti dia angkatan 2011?

Sebelum aku kasih tau linknya (untuk kalian amati sendiri), ini penjelasanku kenapa aku ngerasa empati sama dia. Isi tumblrnya, isinya tentang curhat personal dia. Totally personal. Yang kalo aku nilai sih, rata-rata, bahkan hampir semuanya...dia desperate. Oke biar dipermudah, mari kita breakdown ya (sumpah ini kurang kerjaan bahas idup orang):

1. Merasa apa yang dia lakukan gak sempurna
Jadi si mbak dari Jogja ini (dia pernah bahas gempa Jogja), selalu curhat apa yang dia lakukan gak sempurna, menyia-nyiakan waktu. Dia selalu ngeluh kalau daya belajarnya masih kurang, beberapa ngomongin teknis sih. Karena kebanyakan programmer belajarnya otodidak kan? So, what's wrong mbak? You doing a good thing kok (sebel pengen ngomong sama mbaknya).

2. Merasa dikucilkan sama dunia
Dia gak punya temen, semacam anti sosial gitu (?). Sampai dia sebel dia jarang bisa ikut kuis, atau kurang notice ada kuis karena gak ada temen yang ngingetin. Dia juga ngerasa pas kerja kelompok, dia paling berpotensi gak dapet kelompok. Di sisi lain, dia juga membandingkan kultur keluarganya dengan budaya barat. Dia merasa membenci dunia pun dunia benci ke dia.

3. Dia pintar
Dari tulisannya, dia selalu nge-share uneg-uneg yang dia punya. Either about her curiosity, her intelligence, or her skill to write. Salah satu curiositynya dia adalah...bagaimana jika bumi ini square atau kotak. Well, can you imagine? Bahkan aku aja gak kepikiran sampai ke situ. Emejing banget kan mbak ini. Oh, satu lagi, nih aku share website dia yang bahas tentang IT dikit https://rockzomputech.wordpress.com/. Monggo bisa dicek.

4. Dia kurang piknik sepertinya
Aku bisa nge-judge gitu karena isi tumblrnya ngeluuuuh aja. Kayak idup ini gak bisa dinikmatin. Maksudku, oke, hal paling seru dalam hidup itu gak jauh-jauh sama blaming dan complaining. Tapi apakah selamanya begitu? Ayolah, hidup cuma sekali, rugi kalo dipake buat ngeluh atau merasa hidup gak sempurna atau apalah itu. 
Kalo memang dia cewek, paling enggak dia pernah nulis tentang perasaan dia jatuh cinta, patah hati, atau semacamnya. Coba deh nanti kamu korek-korek, kalo emang ada comment below ya. Siapa tau aku miss.

Oke empat poin aja tentang dia. Sekarang bahas overview dari empat poin itu dan apa sih yang sebenernya bikin aku penasaran sama dia. So gaes...what makes me feel the same thing karena kita berdua kepikiran tentang mati. Bedanya, si mbak ini udah mikirin itu sejak lama, dilihat dari postingan dia sebelumnya bahkan di tahun 2012 dia selalu mention about death yang dimana it's not happen to me. Aku baru-baru ini aja kepikiran.
Yang bikin parnoku parah adalah...mbak ini terakhir posting Maret 2016...and she's gone...from tumblr. Well, ini weird, karena dia aktif banget nulis di tumblr. So where's she going? Dan dia pernah bahas tentang bunuh diri gitu, serem gak sih --" Walopun dia menyadari dia gak bermaksud bahas bunuh diri. Sumpah serem kalo connecting the dots dari apa yang dia share dengan terakhir kapan dia ngepost. Ini bener-bener jadi concern aku sekarang.

Dari sini aku cuma bisa berdoa, semoga mbak pemilik tumblr ini hidupnya jauh lebih baik, sibuk sama kerjanya sampai gak update tumblrnya. (mari kita positive thinking)

Oh ya, apalagi aku habis tamat serial 13 Reason Why. Yaa kalian yang nonton juga paham lah korelasinya apa sama bahasanku tentang mbak ini. It feels like aku jadi Clay gitu, baca-baca clue orang yang...Astaghfirullah...nggak nggak, mbak ini baik-baik aja. Nothings happen to her (ayo positive thinking lagi).

Lalu lalu, aku merasa mbak ini mirip banget sama aku. It feels like, apa yang dia lakukan itu adalah apa yang ingin aku punya. Contohnya? Dia itu maniak gamer, aku tuh ya pengen terjun di dunia game berat, tapi apalah...belajar tutorial dota aja gak kelar-kelar. Belajar point blank juga mati terus. Nyoba main resident evil di PS2 pernah sampai kabel sticknya copot gara-gara overacting aja sama zombienya. Gak jodoh banget deh sama game berat. You know game apa yang bisa aku taklukan? Piano tiles, mahjong, onet, dan 2048. Gamenya anak TK :') Yaa pardon me levelku cuma bisa segitu. IQ-ku udah gak jongkok lagi tapi ndelosor.

Yang kedua, mbak ini bisa ngoding. Selain jurusannya pemrograman, dia juga suka belajar otodidak. Aku tuh punya to do list dalam hidup, flashback aja, dulu pas SMA aku pengen banget jadi programmer atau desainer yang jago skill di master adobe. Tapi yhaa namanya juga gak jodoh ya. Belajar matematika logika aja gak paham, inget dulu ada soal kelereng putih dan merah, ada frekuensi, terus di kocokan berapa mereka akan berjumlah sekian? Itu jawaban tersulit di dunia setelah "kapan kamu lulus?". Lalu, aku pengen jago desain. You know what? Skill photoshopku so basic banget, cuma bisa ganti kontras, brightness, resize ukuran foto, dan skill paling tinggi adalah mengganti objek gambar dengan gambar lain. Udah, segitu aja. Bikin poster lewat photoshop atau corel draw aja gak bisa --" Jadi selama ini aku apa-apa edit pake photoscape. Can you imagine? PHOTOSCAPE! Itu aplikasi editannya para balita cobaak hh kzl dasar IQ ndelosor.

Oke itu aja sih tulisan pagi ini. Gimana? Udah bikin hidupmu jauh lebih baik? Sebenernya aku masih mau nulis lagi tapi postingan selanjutnya, sama kok, tulisan gak jelas juga. Waktu kalian pasti sia-sia baca beginian. Sebelumnya mau solat subuh dulu, karena selama ini solat yang paling bolong adalah subuh karena gak ada yang bangunin. Baiklah, assalamualaikum dulu yah teman-temans.

Oh iya lupa, nih kalo mau kepoin sih mbaknya bisa diintip disini -> http://hackingemout.tumblr.com and please please banget anyone yang tau keberadaan mbak ini atau tau profilnya (karena selama ini aku gak bisa lacak nama dia), comment below ya. Aku super empati banget sama pemilik tumblr ini. Kaaay itu ajaah, selamat kepoin dia ya gaes :')

You May Also Like

1 comments

  1. kadang di balik dunia, ada yang mirip sama kita, rasa dan nasib juga sama ya mbak

    ReplyDelete