I Couldnt Face Out

by - August 27, 2012

Tujuh belas tahun udah aku menghirup udara di bumi ciptaan Allah Swt ini. Perjalanan dari kecil sampai besar, nggak ada kata mudah. Semua berproses dan beresiko. Masa kecil yang ringan, sederhana tapi membahagiakan udah jadi kenangan. Rasanya gak rela melepaskan masa bahagia tanpa beban. Tapi yaa gimana lagi, umur bertambah dan semua udah berjalan sesuai jalannya.
Masih belum siap secara mental dan psikis. Pergaulan yang nggak tau jalurnya dimana, seleksi dari yang baik dan buruk itu nggak mudah. Selama SMA ini, jujur deh, aku belum dapet sahabat yang bener-bener sahabat. Paling lama cuma bertahan selama setahuan, atau tepatnya selama masih satu kelas.
Kalo udah beda kelas? Disapa aja jarang, lupa masa-masa bersahabat. Untungnya SMA ini aku nggak terjerumus dalam pertemanan yang fanatik. Paling cuma kemana-kemana bareng, ke kantin maupun ke perpus.

I couldnt blame anyone except my self. Kalo temen sih banyak, banget malah. Tapi sahabat nggak ada, ada tapi nggak konkrit. That's why, aku nggak punya teman curhat selain disini. Kesepian? Nggak juga. Buang-buang waktu aja mengasihani diri sendiri cuma karena sendirian, kesepian, dan nggak punya pendirian.
Menetapkan pendirian di seusiaku ini bener-bener sulit. Emang kenyataan sih, kalo remaja itu masih ababil, plin-plan dan nggak jelas alur pikirannya. Tapi masa sih seterusnya mau jadi remaja? Ada kalanya remaja udah harus belajar dewasa. Mandiri juga. Itu udah kenyataan, nggak ada jalan mundur, adanya cuma jalan ke depan atau belok ke arah lain.
Jangankan mengurus orang lain, ngurusin diri sendiri aja susah. Jadi harus jaga sikap dan emosi, jangan sampek menilai orang lain kalo diri sendiri masih jauh dari sempurna.

Dan lagi, hormati orang tua. Karena tanpa mereka, kita nggak mungkin bisa menikmati masa-masa yang menjadi kenangan. Walopun mereka tidak sesempurna orang tua lain, bagaimanapun hargai usaha mereka. Percaya deh, orang tua kita gak bakal menagih balas budi. Bahkan ketika kita ingin membahagiakan mereka, mereka menolak dan mementingkan kebahagiaan kita sendiri daripada mereka. Aku pengen bahagiain mama, papa dan membuat adik-adikku bangga punya kakak kayak aku. Bagaimanapun cara usahanya bakal aku coba. Yah, semoga saja yaa :) Doakan :)

You May Also Like

0 comments