Stupidity drove me to be more patient somehow

by - August 03, 2017


Halo disana, apa kabar? Jangan lupa baca doa dulu ya sebelum beraktifitas. Udah baca judul tulisan ini belom? Coba baca baik-baik, artinya apa?

Kalau diterjemahkan, artinya adalah kebodohan menuntunku untuk menjadi lebih sabar. Salah satu kebodohan yang terjadi kurang dari 24 jam lalu adalah kehilangan dompet. Yang mana isi dompet itu lengkap, ada KTP, SIM, STNK, KTM, Kartu Perpusatakaan, Kartu Diskon dan masih banyak lagi. Itu stupid yang pertama ya.

Stupid kedua, beberapa jam yang lalu pergi ke Alfamart dan udah masukin belanjaan ke keranjang untuk ditotal sama kasir. Pas udah ditotal, ternyata uang yang disimpan di kantong make up ketinggalan juga di kamar. "Maaf mas, cancel aja. Uang saya ketinggalan," itu stupid kedua.

Stupid ketiga, pas mau nge-ceklis untuk acara minggu ini, ternyata clicker gak ada. Padahal itu bareng inventory alias barang punya perusahaan, alibi sementara sih ketinggalan di suatu tempat. Ini stupid yang ke berapa ya, oh masih ketiga ya. Hmm...yang keempat...

Pokoknya kalian itu, ini penting ya, tolong catet. Bangun tidur saat buka mata, jangan langsung ambil hape. Coba baca doa bangun tidur dulu atau paling enggak udah cuci muka. Jadi ceritanya aku ada meeting jam 11 siang, karena bangun jam 9.20, yauda tuh buru-buru siapin jasmani seadanya yang penting nutut. Pas sampai di tempat, ternyata...jadwalnya adalah jam 11 siang besok. Damn! I don't know why... Jangankan cowok, aku sendiri aja ilfil sama stupidity ini. Haufffft.

Can you imagine, less than 24 hours how many stupidity I have. 



Tapi tujuanku nulis postingan ini bukan bermaksud menyampaikan keluh kesah--yang mana semua orang harus tahu kalau aku lagi apes. Apa yang aku maksud ada di tulisan setelah ini. Well, here's the story...

You know what the first time I did when I realized that my wallet is gone? Posisiku waktu itu lagi di kampus FISIP. Aku obrak-abrik ranselku, laptop, berkas skripsi dan segala macamnya aku keluarin semua. Sampai akhirnya ditemukan hasil kalau dompetku sah hilang. Udah lapor pak satpam dan re-calling memori dimana terakhir buka dompet. Udah menghampiri tiap sudut tapi hasilnya nihil, so...yauda lah mau gimana lagi.
But, I'm not in panic attack. Aku cuma duduk, garuk-garuk kepala, dan ketawa. Kok bisa ya... 

I did not lost my mind, keep focus and let my logic goes well. Langsung cus deh ke Bank BCA, luckily, aku pakai atm tahapan yang mana gak perlu surat kehilangan atau semacamnya. Langsung jadi. And this is the only one hartu karun yang aku punya. Waktu mau telfon Mama, tangan udah gemeteran, udah siap bakal dihujani banyak hujatan. Tapi nyatanya enggak, pas beliau tau aku kena musibah dompet hilang, she just laughed at me at the end. "Ya gak heran sih Lid, no wonder lah ya wkwkwk" Begitulah responnya.

So do I. I just laughed every time my stupidity comes out. Lagian ini bukan pertama kalinya sesuatu yang berharga hilang. The thing is, I found the reason why I did not get any panic attack when I dropped. Kenapa? Karena aku mengerti dan bisa memahami diriku sendiri. Apapun itu, ketika aku melakukan kecerobohan, I'm not trying to angry to my self. Because I love, I understand, and I know about my self. Seperti anak usia lima tahun yang gak sengaja mecahin gelas, sebagai orang tua, instead of marahin lebih baik kasih support. "It's okay, it just a bad day. Not a bad life."

The more I know how far I go, like how many time I feel stupid, the other self of mine keep telling me and enlighten me. The only one who understand about you it's YOU. Not your mom, your sister or brother, or your friend. Feeling stupid sometime, it makes me more pay attention to detail. 

Jadi, intinya, gak masalah kalau kamu itu kadang ceroboh atau apes. It happesn to every people in this world, right? Emangnya tiap hari manusia itu bakal lucky? Enggak lah. Remember, everything happen for a reason. Don't you ever think that you're a failure. Just, let the time connect every dot you've done. Kehilangan sesuatu, bisa aja artinya kamu berkesempatan mendapatkan lebih. Kalau pun jodoh, pasti dompetku akan kembali kok ke aku. Let's see...

You May Also Like

0 comments