Review Film Pirates of the Caribbean: Salazar's Revenge (2017)

by - June 16, 2017



Ini review ya gaes, bukan nyeritain sinopsisnya. So there's no spoiler here. Film kelima besutan Disney ini baru rilis tahun 2017 (yang menurut lansiran media) harusnya rilis tahun 2015, tapi harus diundur dua tahun karena melihat kegagalan pasar serial keempatnya On Stranger Tides tahun 2011. Film kelima yang berjudul Salazar's Revenge atau Dead Men Tell No Tales ini sekuel dari film sebelumnya (On Stranger Tides).

Hasil rating dari IMDb hasilnya 7/10, tapi menurutku serial kelima ini deserve better than seven star. Why? 

1. Stunning VFX (Visual Effect)
Kayaknya karya Walt Disney studio gak perlu diragukan lagi. Hasil karya sinematografer Paul Cameran patut diacungi jempol, dia bisa mem-visualkan Kota Caribbean, lautan serta para bajak lautnya jadi tampak hidup. Sihir CGI-nya bikin Captain Salazar dan krunya tampak keren sebagai hantu bajak laut. Quietly impressive!

2. Plotnya padat, tapi petualangannya "epic"
As you know serial kelima ini berdurasi terpendek dari keempat serial lainnya. Biarpun begitu, cerita yang disuguhkan cukup padat. Entah karena jauhnya rentan serial sebelumnya di tahun 2011, menurutku cerita masa lalu tiap karakter membuat film ini tampak padat. Diawali dengan si Henry muda, anak dari Will Turner dan Elizabeth Swann ini berenang mengunjungi ayahnya yang dikutuk bersama kapal karamnya Flying Dutchman. Henry yakin satu-satunya cara menyelamatkan ayahnya adalah dengan menemukan Trisula Poseidon. Dari situ Henry punya misi (1) mencari Jack Sparrow (2) mengajaknya menemukan trisula dengan "peta yang tidak bisa dibaca lelaki manapun".
Di film ini ada heroine baru, Carina, seorang wanita ahli astronomi yang sebenarnya anak dari Kapten Barbosa. Petualangan dimulai ketika Henry, Jack, dan Carina berlayar menemukan Trisula Poseidon. Di sisi lain, pasukan bajak laut Captain Salazar kembali ke lautan untuk balas dendam pada Jack. 
Plotnya padat ketika tiap karakter diceritakan masa lalunya. Masa lalu Jack muda menjadi kapten pertama kalinya, Captain Salazar sebelum terjebak di segitiga permuda, dan Captain Barbosa sebelum menjadi kapten. Endingnya? Gak mengecewakan kok.

3. Good actor, good character
Gak perlu diragukan lagi aktingnya aktor bajak laut terbaik sepanjang masa, give applause for Johny Deep. Gak ketinggalan ada Orlando Bloom dan Keira Kinghtley, tapi sayang mereka cuma bentar maybe as cameo aja, bahkan Keira cuma tampil di-ending aja. Padahal pasangan itu absen di serial keempat :( Karena generasi Pirates selanjutnya sepertinya bakal dilanjutin sama petualangannya Henry dan Carina. Itu menurutku sih, gak tau lagi ya kalo Mas Anang. Oh ya, kalo kalian notice disitu ada Paul McCartney...cek sendiri deh perannya jadi apa disana.

4. This is good movie, enjoy the show
Udah jangan pusing sama hasil rating atau review. This is a good movie, service you with an epic adventure. Kotanya indah, kehadiran orang-orang di film dengan dukungan VFX yang keren membuat kehidupan disana beneran nyata. Pantai dan lautnya indah, suasana battle-nya juga oke. Paket hiburan yang cukup kombo lah, worth to watch.

Itu aja review film Pirates of the Caribbean: Salazar's Revenge yang disutradarai Joachim Rønning dan Espen Sandberg ini. Gimana? Berminat untuk nonton?

You May Also Like

0 comments