AIESEC and My Life Changing Experience

by - August 01, 2016


Biasanya kalo disuruh nulis AIESEC life itu karena mau apply role as VP. But not for me. Kali ini saya mau bagi cerita pengalaman menghabiskan dua setengah tahun di AIESEC sebelum menjelma sebagai alumni. Bukan cerita tentang jalanin project sosial di luar negeri tapi kerjaan operasional khususnya di LC dimana saya tumbuh, which is LC UNIBRAW, Malang.



Mungkin ketika kamu pertama kali mendengar AIESEC, AIESEC adalah program pertukaran pelajar ke luar negeri. Well, that's not wrong and yet not fully correct. Coba cek di google arti AIESEC karena saya disini mau cerita apa yang saya peroleh dari sini. Keluarga, pengalaman, dan ilmu yang gak mungkin dijual di warteg pinggir jalan.


Project pertama yang saya lakukan di AIESEC adalah Enlighten The Future. Project ini membawa 16 mahasiswa asing yang ikut ngajar di panti asuhan dan beberapa yayasan di Malang. Saya termasuk satu dari 8 panitia yang ikut menjalankan project ini. Disini saya bertemu para mahasiswa asing yang jauh-jauh dateng dari negara mereka buat berkontribusi untuk anak-anak Indonesia. Mulai dari mengajar sampai ikut belajar budaya disini, misalnya belajar batik.
Mereka adalah Carolina, Kalil, Wendy, Jessica, Sean, Matt, Marina, dan lainnya gabisa sebutin satu-satu karena itu project tahun 2014 heheh. Bisa bayangin tujuh orang harus mengurus ke-enam belas mahasiswa asing mulai dari akomodasi mereka hingga jadwal mereka mengajar. And we're the committees only 8 people. Disitulah letak "development" dan "pressure" dari AIESEC yang diajarkan ke membernya.
Selain kamu belajar bahasa Inggris dari bergaul langsung dengan mereka, kalian juga belajar management dari berbagai bidang. Yang paling penting, kalian belajar apa itu teammates, work as team. Terimakasih atas pengalamannya di tim ini, Kak Vicky, Kak Alit, Mbak Frela, Mbak Enggar, Sabrina, Bram, dan Cahya.


Lagi bonding bareng di Bromo
Selanjutnya saya juga pernah menjadi ketua pelaksana di program AIESEC dua kali. Mereka adalah Women in Business (WIB) 2015 dan International Career Day (ICD) 2016. Disini saya bener-bener belajar banyak. Mulai dari menjadi orang paling bertanggung jawab, membagi tugas kepada tim, bernegosiasi bersama sponsor, dan dealing dengan stakeholder termasuk para pembicara.
Lewat pengalaman ini, saya bisa bertemu dan berkenalan langsung dengan orang-orang hebat seperti Mbak Anin, Mbak Hanifa, Mbak Diajeng, Mbak Bellinda, Kak Aditya Nugroho, Kak Arief Widhiyasa, Kak Maxi dan beberapa undangan pembicara yang gak bisa disebutin tapi sangat berarti ikut menyukseskan acara. Yang gak kalah menarik adalah timnya. Di AIESEC, kamu diajarin pegang tanggung jawab ngadain "event" dengan jumlah panitia yang sangat minim. Kedua acara yang saya jalani itu tiap tim hanya terdiri dari tujuh orang. Stress, tekanan, pengalaman, dan susahnya 100% terasa sekali. Lagi-lagi, disini kalian belajar betul apa yang namanya work as a team.
Thank you my beloved childs; Fidela, Ayu, Lucky, Reny, Sheila, and Azuma for the amazing WIB. And my beloved kids; Dina, Tika, Ruli, Amelda, Uma, and Jadid for the fabulous ICD.


Bangga gak bisa kenal sama para alpha female?

Ini tim WIB cuma dikit kan?


Ini nih yang namanya expand network dengan orang-orang berpengaruh
Dan ini yang namanya team work
Next role kontrak setahun sebagai Management Board 1516. Saya sebagai Internship Marketing Manager yang tugasnya ngirim para kawala muda untuk magang di luar negeri. Sounds cool?
Disini saya satu tim dengan tim Departemen Marketing yang punya VP paling seksi sedunia, Ralitza Passileva dan para teammate tercinta Agung, Aurdri, dan Alvia. Kita berempat yang menamain diri kita ini The Stormtrooper, selama satu tahun work as team to ACHIEVE. Di AIESEC, kita punya motto hiduo untuk selalu ACHIEVE. Hidup ACHIEVE!


Alvia, Audri, Cutie, and Agung

Ralitza (Alit) and Me

In AIESEC, you're not only met people who will teach you a lesson and things. But here, you'll find what's the meaning of sacrifice without realized it cost you very much. You will have long and long life connection, karena orang-orang yang kamu temui disini. Seperti kata Mbak Anin tentang networking, bahwa orang yang kamu temui hari ini adalah penting karena suatu saat nanti mereka bisa membantumu.

But toward this pot, it doesn't mean kamu bisa mendapatkan semua itu lewat AIESEC aja. Banyak organisasi yang mengajarkan hal yang sama dengan cara yang berbeda. Ada IFL, YOT, Indonesia Mengajar, dan masih banyak lagi yang tentunya bisa mengajarimu banyak hal. Karena di masa karirmu yang akan datang, kamu akan sangat-sangat membutuhkan pengalaman manajemen, bekerja dibawah tekanan, dan bekerja sama dengan teammates kamu. Dan itu semua hanya bisa kamu dapatkan kalau kamu mau berorganisasi, mengembangkan potensimu bersama orang-orang lain, kamu bisa mempengaruhi mereka dan mereka juga bisa mempengaruhimu untuk menjadi orang yang lebih baik.

Karena ketika kamu berorganisasi, ada pelajaran penting yang akan kamu ambil. Great people will multiply each other. Kamu akan belajar dari orang-orang dengan beragam kemampuan dan kamu bisa menentukan karaktermu sebagai orang yang seperti apa. Itu aja sih dari saya, semoga bermanfaat ya.
My AIESEC experience helped me to grew up personally and professionally. My skill improved and trained to think globally. -- Lidya Charolina

You May Also Like

1 comments

  1. Hai mbak, saya tertarik dengan program AIESEC ini tapi belum begitu mengerti.. bisa minta alamat emailnya untuk komunikasi lebih lanjut? Terima kasih :)

    ReplyDelete