Create Your Own Life (Hello 2016!)

January 10, 2016


Hai, apa kabar? It's nice to meet you again here, in 2016. Banyak orang berlomba-lomba membuat daftar resolusinya di tahun 2016. Pengen nurunin berat badan, pengen naikin skor IPK, pengen lulus, wisuda, dan menikah. Semua daftar keinginan itu dijadikan satu, ditulis di kertas, atau ditempel di dinding kamar tepat pada awal bulan Januari 2016. Apakah itu cuma sebagai pajangan, sebagai tren masa kekinian, atau benar-benar rencana yang akan diimplementasikan. Who knows? It depends on you how you used it.


Setelah stalking tulisan sendiri di blog ini mulai tahun 2011 sampai 2015... I can see myself is changing. What I'm talking about di tahun 2010-2012 gak jauh dari girls problem. Topik yang dibahas cuma itu-itu aja; kalo gak tentang jomblo, gebetan, mantan, atau things that seems receh now. Karena memang di usia itu gak ada kerjaan, gak ada masalah yang paling penting daripada kegalauan mikirin dia yang gak bales sms. Parahnya, di setiap awal bulan selalu bikin harapan; January Wish, April Wish, December Wish. Semua wish yang ditulis selalu ada harapan "semoga dapet pacar". Lol.

Tapi sekarang? The problems are going more complicated than before. Yang namanya kesabaran, ketabahan, usaha, doa, niat, dan kecewa adalah makanan sehari-hari. Seperti main game, semakin tinggi levelmu, semakin berat rintangannya. Semakin bertambahnya usiamu, tentu masalahnya bukan cuma satu atau dua, tapi lebih banyak dan sulit. Harapan baru seperti Month Wish yang dulunya biasa ditulis "semoga dapet pacar", di usia seperti ini gak nuntut apa-apa selain "bless my days, everything will get better, and save me from my problems".

Ngomongin tentang perubahan, semua orang pasti punya perubahan. Karena perubahan itu salah satu yang kekal dan ada di dunia ini. Yang dulunya sayang, sekarang udah sama yang lain. Yang dulunya pemalas, sekarang malah menciptakan perubahan untuk dirinya sendiri dan orang lain. Well, kita gak bakal bisa menebak apa yang akan terjadi satu jam ke depan atau seperti apa rasanya besok. Kemarin habis nonton film "The Little Prince" dan di film itu, dijelaskan kalau menjadi dewasa itu sungguh tidak menyenangkan. Rencana hidup manusia itu gak bisa ditentukan dengan papan magnet yang berisi next to do or have to do. Mungkin itu alasannya mesin waktu atau Neverland (Peterpan) itu gak ada, jikapun ada, maka gak ada orang dewasa di dunia. Semua pengen kembali ke masa kecil, playing with friends and stuffs. Gak perlu mikirin skor IPK, gak perlu mikirin pengen jadi apa besok, mau magang dimana, setelah lulus mau kerja dimana, dan kapan bisa menikah. So fucking complicated but there's nothing we can do kecuali just fucking do it, dude.

Ngomongin resolusi 2016, you should know that membuat harapan dan rencana itu gak harus di awal tahun. Bisa aja, kamu yang pengen nurunin berat badan tapi awal Februari udah gagal diet. Lagipula, don't force yourself to be look kurus atau semacamnya. You are awesome, beautiful, and handsome just the way you are. Kriteria ganteng atau cantik gak jatuh di berat badan, tapi jatuh di hati. Eeaa.
Selain itu, buatlah harimu berarti. Bukan karena resolusi yang sudah kamu buat, hidupmu gak ditentukan dengan secarik kertas serta daftar resolusinya. Tapi penentuan kamu bahagia atau sedih, ada di kamu sendiri. So, jangan lupa bahagia dan bahagiakan orang lain. Fuck off dengan resolusi 2016, just be yourself, besok masih misteri, capai apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang kamu inginkan. Biarpun agak telat, selamat menempuh hidup baru di tahun 2016!



You Might Also Like

0 comments

Subscribe