What's The Most Needed in 20th Years Old

by - October 28, 2015



Hi, how are you today? Semoga harimu indah dan menyenangkan. Well, I'd like to share my opinion about what's going on 20th years old. Karena di umur 20, masa dimana kamu mempertanyakan "What should I do?" - "What should I know?" - "What can I do?" - "Where I can go?" - "Why I should do this?" and many more.

Mungkin sekarang kamu lagi searching for a reason to find your path. But, there's a plenty point of view that you should know on your 20th. Apa aja? Skrol ke bawah.


1. Gagal dan jatuh lebih awal
That's okay if you fail and fail again. Gak ada usaha yang sia-sia kok, bung. Meski kamu merasa udah ngerjain semua laporan dan praktikum dengan benar, tapi hasilnya masih C+. Meski kamu udah maksimal ngerjain project tapi belum di acc. Meski kamu sudah berusaha maksimal tapi sama sekali gak ada apresiasi. Meski kamu udah ngejar dia dan sudah berkorban tapi dia pilih yang lain. That's...okay. Everything happens for a reason, right? Jadikan itu part of your development. Lebih baik gagal dan jatuh sejak dini, supaya kemampuan problem solving kamu bertambah untuk persiapan "nanti". Fail early and often, dude.

2. Appreciate Time
Kamu tau nggak, di umur segini itu...it's not about your talent, not about your potential, not about your achievement, and nor about your skill. It's about time. Time is your best asset. Waktu adalah harta paling berharga di masa muda. Di umur segini, hargailah waktu sebaik mungkin, sebelum mereka menjadi jahat di masa tua nanti. Santai aja lah, gak usah terburu-buru untuk menggapai apa yang belum tentu diatas kepalamu. Percaya pada proses, dan proses itu butuh waktu yang lama. Am I right?

3. No one actually knows what the hell they're doing
Hampir semua orang gak tau alasan kenapa mereka melakukan pekerjaan mereka. Di SMA kita belajar sejarah kerajaan Kutai sampai hafalan tabel periodik Kimia, but did you know what's the point? Orang melakukan pekerjaan X, Y, Z, tapi untuk apa? Ketika kita SMA, target kita adalah pengen masuk ke perguruan tinggi kece. Setelah kuliah, target kita adalah cepet lulus. Habis lulus, targetnya adalah dapet pekerjaan. Setelah dapet pekerjaan, targetnya adalah mempertajam karir. Target selanjutnya adalah menikah dan punya anak. Does life that simple look like? Apakah se-linier itu? Dude, you have to find the reason why you should do the whole thing before you did it.



4. You're not supposed to complete all your goals
Dulu saya pernah membuat tabel proposal. Semacam ceklis. Pengen ini pengen itu. Tapi saat evaluasi, cuma 30% yang achieve. Sisanya away. Kenapa?
At the time, I realized that what we already planned was not our need. Dari apa yang kita rencanakan kadang bukan apa yang kita butuhkan, karena rencana itu based on keinginan. Jadi, it's not about always achieving. The value in any endeavor almost always comes from the process of failing & trying, not in achieving.

5. Most people in the world basically want the same things

  • "Kamu pengen jadi apa?"
  • "Jadi orang sukses"
  • "Untuk siapa?"
  • "Untuk bahagiain orang tua"

I bet all of you have the same path like that, don't you? Apalagi di umur 20 ini, everyone wants to look cool & feel important. Ya, emang semua orang rata-rata punya tujuan yang sama. Tapi, punya jalan yang berbeda. So, di masa sekarang ini...it's time to breakdown your path and focus on the way how you can achieve it.

6. The world doesn't care about you
Dunia sama sekali gak peduli sama kamu. Kamu jatuh dari sepeda pun burung masih terbang di langit, kucing masih menggoyangkan ekornya, dan kebakaran hutan masih jadi masalah. So, every single thing owned their problem. Masalahmu ya masalahmu. The only one who can fix it ya only you. Bukan mama atau papa, bukan pacar atau mantan, bahkan bukan dosen atau pak kiyai. It's you, honey.

7. Hormati orang tua
Bukan cuma menghargai waktu, tapi ingatlah penyebab kamu ada di dunia ini. Meskipun kadang kamu ngerasa, papa sama mama kok beda sih treatment-nya. Sekarang cuek dan gak peduli. Hey, dude, listen me well ya. Parents are people too. Mereka punya skala sendiri untuk merawat anaknya. Ketika kamu masih bayi, kamu gak mungkin bisa belajar secara manual. That's why mereka masih treat you as king and queen. But now, di umur kepala dua ini, they believe that you can fly away by your own wings. Hanya saja, jangan pernah kecewakan kepercayaan mereka.

8. Relationship love as support system
Nah, ini poin terakhir yang daritadi kontennya udah melayang-layang diatas kepala. So, the thing is, di umur 20 ini, definisi pacar jelas berbeda dengan kamu yang masih umur 15 tahun. In 20th years old, kata-kata seperti "I liked you so much" - "I love you" - "I wanna be with you forever and ever" such as....garbage. Sampah.
Yang dibutuhin di umur 20 bukan kata-kata semacam itu. Oke, you like me, you love me, you want to live with me forever and ever and then....what? What do you want from me?

Yang dibutuhin itu..."Hei, are you okay?" - "Can I help you?" - "I understand you. I will be your side whenever you need me."
See? Ada perbedaan? Nah, itu dia. And this is my principe for you: "I will support you the way you support me, even more than you did as my thankfulness." 




What's the most needed in 20th years old are support system and good listener. Karena pressure umur 20an itu bukan mengecil tapi semakin banyak dan unexpected. Love is not a thing, but love is people itself. How can you love yourself and love people who loved you well.



NB: Sorry for the grammar and the perspective. I wasn't born to be perfect, but my best self.

You May Also Like

0 comments