Review Novel The Ptolemy's Gate #3

by - September 19, 2015

Hai, manusia kutu buku. Masih penasaran dengan trilogi Bartimaeus? Yups, novel dengan judul The Ptolemy's Gate adalah novel terakhir dari serial trilogi ini. Novel ini menceritakan Nathaniel yang menjabat sebagai pemerintahan Inggris diharuskan menghadapi konflik negara yang menimbulkan perang. Serangan dari musuh terus mendekat ke London, dan pemberontakan diantara para rakyat jelata. Menciptakan kekacauan pada pemerintahan. Disini, Nathaniel dan Bartimaues berjuang lebih sulit dibanding sebelumnya.


Kerajaan Inggris berantakan. Banyak rakyat jelata yang tidak puas dengan pemerintahan saat ini. Beberapa rakyat mengajukan reformasi, sementara lain mendukung pemberontakan terbuka, dan lainnya menganjurkan bahwa rakyat harus belajar bagaimana memanggil roh untuk berhadapan dengan penyihir. Gerbang Ptolemy disimpulkan oleh dewan pertahanan dan perwakilan rakyat, sebagai tempat percobaan untuk bekerja di luar pemerintah yang akan bermanfaat bagi semua orang.

Kitty Jones menyadari alasan mengapa manusia dan roh terjebak dalam siklus yang tak berujung. Manusia tidak memahami sifat jin dan memanggil mereka yang kuat, tapi berbahaya sebagai budak dan menganggap mereka tidak sederajat. Teori ini dikonfirmasi oleh Bartimaeus bahwa guru besarnya, Ptolemy, adalah satu-satunya manusia yang melakukan jin-nya dengan derajat yang sama. Ptolemy mampu membangun jembatan antara jin dan manusia.

Gejolak dalam negeri Inggris terus menjadikan John Mandrake sebagai korban. Nathaniel sebagan John Mandrake tidak memiliki teman dan memiliki banyak musuh sejak prestasinya meningkat drastis di kursi pemerintahan. Tahun pertamanya menjabat pemerintah pada level tinggi, membuatnya sombong dan memperlakukan semua bawahannya dengan kejam, termasuk Bartimaeus.

Namun, peristiwa di Gerbang Ptolemy menghancurkan keyakinan yang dimiliki oleh Nathaniel selama ini. Transformasi dari Mandrake ke Nathaniel lebih cepat dibandingkan Nathaniel ke Mandrake. Nathaniel menghapus nama John Mandrake, takut semua orang mengetahui nama aslinya. Dengan naluri hati baiknya, Nathaniel menceritakan semuanya pada Kitty, sahabat barunya.



Nathaniel merelakan tubuhnya untuk berbagi dengan Bartimaeus untuk melawan spirit Nouda dan pasukan hibridanya. Pada saat-saat terakhir, Nathaniel memaksakan diri untuk berpisah dengan Bartimaeus dan mengorbankan diri untuk menghancurkan spirit Nouda. Kejadian ini mirip dengan apa yang dilakukan Ptolemy, master Barti sebelum dia meninggal.

Masih penasaran sama kisah akhirnya? Baca aja novelnya biar gak kena sihir mati penasaran. Selamat membaca ya!

Well, beberapa prestasi dari novel ini:

  • 2006 Booklist Editors’ Choice Award
  • 2006 Child Magazine Best Book of the Year Award
  • Horn Book Fanfare: Best Book of 2006 Award
  • 2006 Corine International Book Prize
Buku ini juga bestseller dengan multiple list:

  • Book Sense
  • USA Today
  • The New York Times

You May Also Like

0 comments