Review Novel The Maze Runner #1

by - September 19, 2015


Hai, manusia kutu buku. Buat kamu pecinta serial novel distopia, pastinya kamu gak mau melewatkan novel trilogi yang satu ini. The Maze Runner adalah novel pertama dari trilogi sci-fi karangan James Dashner. Novel ini dirilis pada 6 Oktober 2009 dan difilmkan oleh 20th Century Fox pada tahun 2014. Dua sekuel lainnya adalah The Scorch Trials #2 dan The Death Cure #3.


Dikisahkan, seorang remaja laki-laki terbangun dari lift tanpa memori dan kenangan. Ia hanya ingat bahwa namanya Thomas. Ketika pintu lift dibuka, Thomas ditarik ke rawa oleh sekelompok remaja laki-laki yang juga tidak memiliki kenangan selain nama.
Thomas memahami bahwa Glade (tempat dia tinggal sekarang) dijalankan oleh dua pemimpin untuk menjaga ketertiban dan menegakkan aturan yang ketat. Semua penghuni Glade laki-laki, mereka disebut Glader. Di luar Glade terdapat Maze, labirin tembok tinggi tertutup akar-akar ivy dan makhluk mematikan sekaligus menyeramkan. Anak-anak berusaha tetap hidup serta memecahkan Maze dengan melacak gerakan tiap dinding, sebagai cara untuk melarikan diri. Gerbang Maze terbuka dan menutup sesuai jadwal, mereka yang bertugas melacak gerakan dinding Maze adalah runner. Dibutuhkan pelari yang cepat untuk kembali ke Glade sebelum terjebak dalam Maze.

Setelah kedatangan Thomas, muncul gadis pertama melalui lift di Glade dalam keadaan koma. Disisi lain, Thomas selalu bermimpi sama dan berusaha mencari kenangan yang hilang. Thomas yakin mengenal gadis itu, Teresa, seolah-olah dia pernah menemuinya. Kedatangan Teresa membuat banyak masalah di Glade, seperti hilangnya matahari, tidak ada supply makanan di Glade, dan gerbang Maze tetap terbuka di malam hari. Memungkinkan monster laba-laba memasuki Glade dan membantai penghuninya.

Minho, pemimpin runner, menyimpulkan bahwa dinding Maze bergerak bukan karena acak melainkan mengeja kode yang dapat ditranslate dalam kata-kata. Minho dan Thomas menyimpulkan, jika para monster itu bisa keluar masuk labirin, maka anak-anak Glade harusnya bisa keluar juga. Teresa terbangun dari komanya dan memberi tahu Thomas bahwa mereka saling kenal sebelum masuk ke Glade dan mengungkapkan mereka dapat berkomunikasi secara telepati.



Sebagian besar penghuni Glade setuju dengan misi Thomas untuk keluar dari Glade; menyusuri Maze, menguntit salah satu monster menuju sarangnya untuk keluar dari kurungan itu. Misi itu terlalu berbahaya, tapi tidak ada cara lain; better trying than do nothing. Setelah melalui aksi menegangkan, para Gladers berhasil keluar dari Maze. Mereka mengetahui bahwa selama ini mereka adalah percobaan dari perusahaan WICKED. Gally, salah satu Glader yang selalu beradu pendapat dengan Thomas membencinya untuk itu. Gally awalnya gagal dari misi pelarian dalam Maze, dia juga bertingkah aneh, seolah dikendalika. Gally melemper pisau ke arah Thomas, tapi Chuck, Glader paling muda, mengorbankan dirinya untuk melindungi Thomas. Setelah kematian Chuck, para Glader dan Teresa diselamatkan oleh pasukan pemberontak dan membawa mereka ke tempat aman. Epilog dari novel ini, kelompok pemberontak itu hanyalah variabel lain dari percobaan. Mereka, para Glader, bukan satu-satunya kelompok yang dievakuasi untuk percobaan selanjutnya.

Wah, ceritanya gak kalah keren dengan trilogi Divergent 'kan? Dibilang juga apa, you should read this novel!

You May Also Like

0 comments