Review Film The Imitation Game

by - March 16, 2015

Film yang dirilis November 2014 garapan Morten Tyldum ini sudah menyandang predikat Britania Movie of The Year. Mungkin dari kalian udah pernah dengar tentang Alan Turing. Yaps, siapa dia? 



The Imitation Game menceritakan tentang Alan Turing, seorang matematikawan, logikawan, kriptoanalis, dan ilmuwan komputer Inggris. Alan Turing (Benedict Cumberbatch) adalah tokoh yang berperan penting dalam membajak kode Enigma Jerman Nazi tapi kemudian karirnya merosot paska perang dunia II, karena mengakui bahwa dirinya homoseksual yang pada saat itu dianggap ilegal.

Mulai dari seting hingga casting para artisnya, waw, keren. Standing applause buat Morten Tyldum, terlebih buat Om Benedict yang udah meranin Alan Turing maksimal tingkat dewa. Karena film ini based on true story, habis nonton film ini langsung berasumsi kalau pak Alan Turing emang pahlawannya kita semua. Why? Andai saja, Alan Turing gak ada, mungkin bendera Nazi masih berkibar dan kita gak bakal pegang gadget. Mesin pembajak kode enigma karya Alan Turing membawa perkembangan akan lahirnya teknologi yang kita sebut dengan komputer. Keren? Kalo menurutku lebih dari keren, itu sangat, sangat luar biasa. Gak salah kalau dirinya menganggap selevel sama Einsten.

Keseruan film ini terletak pada Alan Turing menjaga komitmen dan konsistensinya membuat mesin yang bisa membajak kode enigma Nazi, yang idenya sebagian ditentang banyak orang. Bahkan dia sempat dicurigai sebagai mata-mata. Tapi sayang, sayaaang banget, karena masa lalunya yang dibully, dan kedekatannya dengan temen cowok yang meninggal bikin dia homoseksual. 



Padahal di film ini, diceritakan dia menjalin cinta dengan Clarke, aktris lawan mainnya. Sedihnya, habis Nazi kalah dan mesin enigma berhasil mengakhiri PD II, Perdana Menteri Winston Churchill memutuskan timnya Alan menghancurkan mesin imitasi itu sampai ke akar-akarnya untuk menghapus jejas kode enigma. So, everything cleared and removed. Tinggal Alan malang yang harus berhadapan dengan hukum karena kasus homoseksual yang dianggap tindakan kriminal, dan dia mati bunuh diri. Catatan keberhasilan mesin enigma menjadi rahasia selama hampir limapuluh tahun, sampai Ratu Elizabeth III dengan besar hati mengapresiasikan Alan Turing sebagai pahlawan enigma. Andai dia gak ada, duh, gak bisa bayangin gimana kita sekarang.

My advice? Go download the movie, sit down, and watch. 

You May Also Like

0 comments