I Want My Life Back

by - November 03, 2014

Time flies so fast and we still stand here like a scum. I do really miss my past, when I didn't understand what adult and youth is. I was child who still go laugh and scream as I want. And now? everything so crime, no mercy and only sun who really understand how I really need the sunshine.


Now I'm 19th, OMG!!!! One last year more I become 20th!!! For 20 years I live and what thing I got? I still sitting in my chair, typing, starring my laptop and listening The Vamps's song. Nothing change since I declared my self to become better and better person. I still looking which is now I should have got what goal I targeted before. What a rubbish. Same evaluation same result. How could I strengthen my commitment and consistent if I always falling down in same way?

Aku tuh pengen balik kayak dulu lagi. Masa-masa terindah di usia remaja; bangun pagi dibangunin mama, sarapan sudah tersedia, bertengkar sama Nova dan Farel, berangkat sekolah, bercanda gurau sama temen-temen kece, pulang sampai rumah ngabisin waktu yang setiap harinya meskipun sama tapi tidak pernah membosankan. I REALLY WANT THAT TIME BACK!!! Andai ada Einstein atau Da Vinci yang masih hidup dan mereka mampu menciptakan mesin waktu, semahal apapun pasti aku beli. Karena kebahagiaan dan kebersamaan tidak ada harga yang pantas untuk dibayar, berlian milik Gigi pun tidak ada apa-apanya.

Mungkin dulu masih anak kencur dan masih hobi berbasa-basi dengan masa depan. Itulah kenapa dulu satu hari bisa nulis tiga postingan sekaligus, di masa itu rasanya merancang maupun memprediksi masa depan itu semudah mengetik dua ratus kata dalam lima belas menit. Tapi sekarang? Like word like author. Kata yang ditulis adalah representasi dari penulisnya. Karena aku sudah menginjak usia dewasa, maka sudah “seharusnya” apa yang aku tulis bukan sampah-sampah seperti di postingan lama. Aku harus mengikuti prosedur yang sudah disediakan; berubah. Kita dilahirkan diberikan segalanya dan lebih sempurna dari tumbuhan atau hewan, masa iya cuma diem dan berharap yang instan datang? Eat your wish and go home aja. Tidak ada master mana pun yang mampu memotivasi selain diri sendiri. Mulai dari sekarang, I should be more productive and increase my hard and soft skills. And also you.

You May Also Like

0 comments