4 Alasan Tulisan Udah Mulai Ngelantur Kemana-mana

by - November 03, 2014


Setelah saya baca postingan saya akhir-akhir ini, ternyata isinya sampah semua ya? OMG I lost my passion to be writer? Asli, parah jelek sekali metafora dan analogi yang biasa saya tulis tidak seindah dulu. Otak saya sudah tidak secanggih mendapatkan imajinasi seperti dulu. Karena apa? Alasannya banyak.


1. Hati kosong
Sudah hampir setengah tahun gak ada yang bikin hati berbunga. Biasanya disaat bener-bener down, tugas numpuk atau masalah kecil pun yang bikin bete, selalu ada yang cheers up. "Semangat yaa, Lidya!! I'll always support and love ya" Aiih...so sweet, malah more and more romantis sih dulu. Yah, kesandung "dulu". Tidak perlu dibahas, yang lalu tidak perlu diingat, cukup diterima. Hati kosong itu mau tidak mau bikin imajinasi buntu. Jelas, tidak ada stimulus yang bisa menggoncang perasaan. Meskipun tersakiti pun dapat menjadi inspirasi. Bayangkan saja, kalau kamu biasanya makan makanan berwarna, meskipun pedas dan bikin mules tapi tetep nikmat dan enak. Sedangkan ketika hati kosong, makananmu setiap hari adalah outmeals rasa gandum. Coba rasain, rasa tawarnya ya seperti itu.

2. Sibuk
Jujur saja, semester ini tugas ibarat penonton konsernya Raisa, banyak banget. Ditambah deadline yang bikin otak layaknya zombie. Belum lagi aktifitas organisasi yang cukup menyita waktu bahkan "me time" yang biasanya aku habiskan untuk bermesraan dengan laptop kesayangan. Dengan sibuk, otak berantakan, mood jelek, bagaimana bisa nulis dan berbagi cerita? Lagipula, rasanya memang, saya sadari sendiri, apa yang saya tulis rasanya maksaaaa banget. Kayak bukan aku yang nulis, tapi robot hasil kloningan otakku, tidak sempurna.

3. Mulai dewasa
Nah, ini nih, 19th going to 20th. Dulu konten blog isinya cinta, asmara, patah hati, dan jatuh cinta. Aiiih, my life so wonderful banget deh di masa-masa lupa tugas lupa PR itu. Tapi sekarang? Konten apa yang harus saya tulis? Nulis tentang jauh cinta dan tetek bengeknya itu udah kadaluwarsa kalau diliat dari umur. Melankolis dan hiper romantis harus ditinggalin mulai sekarang, beranjak kemana? Ya harus beranjak dewasa lah. Umur makin menipis, jatah hidup menipis, jarak ketemu jodoh pun mendekat *alaaah. That's why, kata yang ditulis merepresentasikan penulisnya. Kalau aku tetep nulis #omongansampah dengan konten cinta cinta gitu, yah itu sih nunjukin kalau penulisnya masih stuck hidup di masa lalu. Kan sebenernya enggak, serius deh.

4. Manusia robot
Seperti yang aku bilang tadi, apa yang aku tulis dan bagikan disini isinya seperti bukan aku. Yang dulunya over sharing sampe yang rahasia pun di bagiin, sekarang agak malu-malu gengsi gimana gitu. Jadi kesannya sampah semua setiap postingan sebelum-sebelumnya. Terus aku kudu piye rek?
Untuk itu, saya bingung juga. Saya harus ngapain? Kata Clive Barker, "Tulis saja apa yang kamu inginkan, tidak peduli kamu pemula atau bukan, asalkan tulis saja. Setiap hari kamu harus menulis."
Ditambah kutipannya Bang Radit, "Menulis itu berawal dari keresahan. Dari keresahaan yang kamu miliki, kamu bisa menguraikannya menjadi sebuah kata."

Emang bener, kalau lagi susah enaknya nulis masalah. Tapi sayangnya, keresahaan yang saya miliki justru saya biarkan hingga membuat otak turun mesin dan kemampuan menulis saya turun drastis. Semoga saja, obat hati dan pikiran cepat datang. Oh ya, ada tantangan nih, hitung berapa kata sampah yang ada di postingan ini. Itu aja sih dari saya, jangan lupa saksikan kembali tayangan INI CURHAT di jam yang sama. Sampai jumpa!

You May Also Like

0 comments