19 Y.O, Waktunya Evaluasi Diri

by - July 19, 2014

Sumber: cdn.mindnutrition.com

Six days remaining and I'm going to 19th. Happy growing up!! A thousand peoples said, "Time goes so fast!". I think, they missed something. Ada yang tidak mereka sadari dari kata "waktu berjalan begitu cepat".


Coba pikirkan, waktu itu berjalan sebagaimana mestinya. Waktu yang kamu jalani saat duduk melipat tangan di kelas mendengarkan ceramah dari dosen, satu detiknya terasa satu milenium. Sedangkan bergandengan tangan dengan kekasih dimanapun berada, seakan-akan bumi berhenti berputar dan biotik di dalamnya mematung sejenak. See? Ada perbedaan. Kamu yang selalu mengumpat pada waktu saat dosen mengajar, "Dear God, make time go fast, pleaseeee!!!!" lalu ketika kamu bangun dari tidurmu dan melihat kalender... "Kok udah tanggal segini ya." Sadisnya lagi, waktu yang berjalan sesuai mekanisnya itu, entah terasa lambat atau cepat, di akhir sesi evaluasimu, you got nothing. Tidak ada yang berubah sejak kamu meminta dipercepat waktu sampai waktu itu menunjukkannya sendiri.


Sebutkan, berapa umurmu sekarang? Sudah termasuk ukuran orang dewasa kah? Kalau iya, apa perkembangan dan kemajuan yang kamu dapat selama ini? Okey, ini pertanyaan retoris, silly. Gak perlu dijawab. Toh banyak pemateri seminar menanyakan hal yang sama tentang ini, am I right?


Tidak usah berlarut-larut tenggelam di ruang yang tak seharusnya kamu berada. You know, waktu itu "saat ini". Tidak ada masa lalu dan masa depan. Apa yang kamu rasakan sekarang, ya sekarang. The important is, do what better you should do. Today is today, gaes. Waktu hanya berperan sebagai reminder tiktok-mu saja. Untuk itu, jangan mempersulit dirimu terlibat di masa lalu atau repot-repot mikirin masa depan. Oke, ngomongin masa depan, it sounds more sensitive. Contohnya begini, kamu punya cita-cita menjadi jurnalis. Tapi, sekarang kamu ambil jurusan pertanian. Nah, udah tahu cita-cita pengen jadi jurnalis kenapa ambil di pertanian? Jawabannya pasti, "Udah jalannya". The question is, jalan apa yang kamu maksud? Jalan menuju gang buntu kah, atau jalan lain? Tell me.



Apa yang kamu lakukan sekarang dan rencana apa yang akan kamu lakukan, itulah momen "saat ini" yang penting bagimu. Belum paham? 
Jadi begini, jangan menyia-nyiakan bandul yang terus bergoyang dan jarum detik yang berputar. Daftar target yang ada di keningmu, impementasikan, lakukan. Jangan mau dibodohi nafsu dan selera lied on the bed konyolmu. Apa yang baik untuk dilakukan, ya udah lakukan saja. Misalnya saja, kamu punya angan-angan "Aku pengen bisa menulis." atau "Aku pengen bisa melukis.", tapi kenyataannya kamu masih sibuk scroll up/down facebook atau teman medsosmu lainnya. Hal-hal yang seharusnya kamu bisa create something creative one jadi wasting time for useless things. From here, you got my point?

At least, kamu bukan sekedar rangkaian tulang belulang dan sebongkah daging yang hanya menghabiskan oksigen bumi dan menciptakan polusi alam. Kamu hanya punya satu nyawa, syukur-syukur mati suri kalau kamu beruntung. Dan satu nyawa itu, satu tiket, satu kuas yang bisa kamu celupkan di berbagai warna dan mengoleskannya pada kain luas yang kamu sebut dengan "hidup". Make it different, make it worth, make it precious, and make it perfect as your dream like.


You May Also Like

0 comments