Stop Membaca dan Lestarikan Kebodohan!

by - May 27, 2014

Saat mengitari rak-rak buku di togamas, saya melihat pamflet yang bertuliskan "stop membaca dan lestarikan kebodohan!". Saya tertarik dengan tulisan itu, kemudian imajinasi saya berkembang dan saya tumpahkan disini.


Saya pernah membaca artikel, orang-orang di Indonesia memiliki minat kecil untuk membaca. Padahal, seperti yang kita tahu, membaca adalah jendela dunia. Tapi apa daya, pembaca di Indonesia itu unik. Kalau untuk remaja, mereka gila akan novel teenlit, metropop dan romansha lainnya. Kemudian orang-orang tua, mereka gemar membaca buku-buku pemahaman tentang rohani dan politik. Tapi itu semua masih belum membuktikan bahwa penduduk di Indonesia hobi membaca. Padahal di luar negri semua orang hobi membaca, tidak hanya novel romansha tapi buku-buku tentang ideologi yang saya yakin hanya sedikit peminatnya di Indonesia. Bagi orang Amerika dan lainnya, penulis dianggap orang pintar dan memiliki pandangan yang luas tentang kehidupan di planet ini. Sedangkan di Indonesia, penulis tak lebih dianggap sebagai orang yang menuliskan apa yang digalaukannya di atas kertas.

Di Indonesia, budaya menulis dan membaca juga masih terhitung sedikit. Dengan kurangnya minat pembaca, maka penulis pun tidak memiliki banyak penghasilan. Padahal di luar negri kalau jadi penulis bisa menghasilkan uang banyak sedangkan di Indonesia itu cuma mimpi--kecuali kalau mereka memang orang-orang yang sudah expert. Sedangkan untuk orang awam seperti kita yang baru akan memulai karirnya di bidang menulis, masih rendah motivasi untuk mewujudkannya. Seperti, kalau kita jadi penulis, terus di masa depan kita jadi apa? Mengharapkan royalti dari penerbit secara finansial belum cukup.



Kesimpulannya, good peoples, membaca tidak akan membunuhmu dan tulisan-tulisan itu tidak beracun. Aku dulu gak suka baca, serius, aku baru suka baca sejak menjadi mahasiswa. Karena menurutku, sama sekali gak ada ruginya melakukan kegiatan membaca, selain mendapatkan pengalaman dari berbagai sudut pandang penulis. Kita juga bisa memperbaiki kemampuan cara kita menulis dan berpikir dewasa seperti yang ingin penulis lainnya sampaikan di bukunya. So, what are you doing now? Read your books and you can see a whole world from your window.

You May Also Like

0 comments