MAIN BARENG NOVA

by - May 10, 2014

Seperti yang udah aku jelasin tentang Nova kemarin, kalau dia tipe anak hiperaktif. Yang dia butuhkan hanya perhatian dan afeksi kalau dia dihargai keberadaannya. Kemarin waktu pulang cuma tiga hari, bener-bener quality time banget sama adik-adikku.


Di malam sebelum aku berangkat besok, aku sempetin nidurin Farel dengan gendong dia dan ngajak dia keluar sambil ngajarin dia mengeja nama Bintang dan Bulan. Habis Farel terlelap, aku pindah ke Nova yang, memang, udah nunggu giliran kehadiranku karena aku janji ke dia. "Nanti kalo Farel udah tidur, kita mainan bareng, yuk!"
Yang bikin terharu, dia amat sangat antusias dengan kalimat itu. Padahal, sebelum aku merantau menuntut pendidikan, aku sama dia selaluuuu bertengkar. Aku jadikan dia momok, kalo ada Nova, pasti dia pengganggu. Dan aku bandingin momen masa lalu saat dia nawarin suruh nemenin mainan bongkar pasang dan aku ngerespon dengan ngunci kamar dan nyuruh dia main sendiri. I regret to be worse sister.

Dan sekarang, waktu aku berduaan sama Nova, jadi berpikir, KENAPA GAK DARI DULU AKU PERHATIAN SAMA ADIKKU INI? Menurutku, perbedaan usia diantara kita pun bukan jadi masalah yang tepat bagiku. Karena kita lahir di rahim yang sama dan sudah seharusnya aku sayang sama dia.



"Oke, sekarang kita mau main apa?" tanyaku waktu malam terakhir aku di rumah.
"Mmnmm... main apa ya?"
"Mainan barbie juga boleh," usulku.
"Ya deh. Tapi barbienya gak utuh."
"Maksudnya gak utuh?"
"Kakinya ilang gak tau kemana."
-___- Kamu kejam banget dek sama boneka sendiri.
"Tapi baju-bajunya masih lengkap kok!" tambahnya girang.

Yaudah, akhirnya kita mainan barbie buntung. Honestly, waktu aku sama dia main awkward banget. Karena, aku sendiri ngerasa jarakku sama Nova selama ini jauh dan sekarang berusaha aku deketin lagi. Dengan telatnya kesadaranku sebagai kakak yang dewasa untuk adiknya, aku berusaha ngasih perhatian yang terbaik ke Nova selama beberapa jam aku di rumah.
Usai main barbie, biar gak bosen, aku suruh dia bongkar kamarku. "Kamu bongkar kamarku, cari mainan yang seru gih."

Dia nemuin toples yang isinya kertas gulungan seperti lotre arisan. Well, dia nemuin harta bendaku dulu, dulu ya, itu quote of the day dari mantanku.
Karena aku rasa itu masa lalu, jadi aku suruh dia buka lotrean itu satu-satu dan baca keras-keras. Dan kita berdua ngakak bareng, karena isi dari kertas-kertas kuno itu isinya tentang kegalauan remaja 16 tahun yang dicuekin pacarnya.
"Mbak lid, ini boleh aku ambil semuanya?" pintanya.
"Iya, ambil deh semuanya. Bakar juga gak apa-apa."

Meskipun cuma beberapa jam di rumah. At least, aku udah ngasih perhatian terbaikku buat dua matahari dan bulanku. Aku gak bisa bayangin, waktu aku lulus nanti Nova dan Farel udah berkembang dewasa dan aku gak bakal bisa lagi memberikan perhatian yang intens ke mereka berdua. Karena, secara tradisi, sudah saatnya aku mengembara mencari kehidupanku sendiri.



You May Also Like

0 comments