Budayakan "Terimakasih"

by - April 18, 2014


Sumber: www.relatably.com
Tahu gak sih, kalau Indonesia itu terkenal dengan keramahannya? Saya diberi tahu oleh guru saya, tapi saya mencari di internet data statistiknya yang membuktikan Indonesia orang ramah belum ketemu atau memang mbak google lagi badmood gak mau ngasih informasinya. Kalau menurutku sendiri, apakah Indonesia orangnya ramah-ramah? Kalau saya sih no, nggak tau ya lainnya.

Kenapa saya mengatakan tidak? Hey, coba lihat bagaimana tampang kasir *FC? Judes beud beh, pelit senyum, intonasinya tinggi seolah mengintimidasi, gak cewek gak cowok sama aja, dimanapun KFC tipe kasirnya sama, ditambah lagi kalo kasirnya ganteng! Yaa...kan susah aja diterima, masak ganteng-ganteng jutek gitu, gak enak lah di dalam hati.
Bukan cuma KFC aja, tapi supermarket banyak karyawannya yang kaku kayak robot atau zombie. Tugasnya cuma ngekor kemana pun pembeli, ya kali dikira semuanya maling. Contohnya aja supermarket di Genteng atau supermarket supermurah di Malang (ambil contoh nyata aja), karyawannya judes nah. Misalnya mau tanya ukuran baju atau barang yang restock, cuma dijawab "Ya cari sendiri aja mbak, kalo gak ada ya berarti gak ada." Eh kampret, pembeli adalah ratu woy! Kalau emang niatnya cuma mengawasi dan gak melayani, tukeran seragam aja sama pak satpam.

Giliran di kritik, misalnya masukin baju ke tas belanja gak dilipet atau harga di display gak sesuai di komputer, eh... mulutnya malah berubah jadi kayak buaya air tawar. Moncong panjang coy!
Bukan cuma di restoran atau swalayan kecil, tapi di spbu kadang pegawainya juga sinis. Saya udah membudayakan "Trimakasih" dan gak dapet respon. Yaelah pak pak, saya cukup terabaikan sama pacar ditambah diabaikan sama bapak. *ironis*

Kalau terlanjur jutek, juteeek banget. Kalau terlanjur sopan, sopaaan banget. Nah, yang ini pasti kalian udah bisa tebak. Yak, betul, pegaiwai Indomart dan Alfamaaart!!! Selamat pagi, silahkan berbelanja, nikmati promo-promo yang ada, semoga hari Anda menyenangkan.... panjaaang banget sambutannya. Itu 'kan supermarket, ada juga swalayan yang ramah dan baik, mal-mal yang besar biasanya, seperti matahari, robinson, ramayana dan lain-lain. Karyawannya udah cantik dan baik, ramah pula. Konon, kalo mereka gak tersenyum dan kita melaporkannya, kita dapat bonus cash 25.000!


Maksud saya membandingkan kedua sektor toko atau restoran tanpa menyensor bukannya apa, sama sekali tidak ada unsur promosi atau menjelekkan, tapi berporos pada fakta yang menyangkut kesopanan dan budaya keramahan yang harusnya dijunjung oleh negara maritim ini.

Dengan siapapun, dimanapun, dan bagaimanapun kondisinya, budayakan mengucapkan terimakasih. Gak usah trauma kalau pernah bilang terimakasih gak dijawab. Karena jika kita mengucapkan terimakasih, sedikit apapun jasa seseorang akan merasa dihargai. Coba kalo kamu ada di posisi seberang, ngelakuin sesuatu tanpa diucapkan terimakasih, dongkol 'kan? Nah, makanya, apapun itu harus budayakan terimakasih dan kata tolong kalau mau minta bantuan. Gak rugi, gak nyakitin, dan gak ada dosanya membiasakan diri ramah pada sekeliling kita. Itu saja, selamat mencoba.

You May Also Like

0 comments