Deritanya Orang Sakit Hati "Brokenheart Syndrom"

by - October 10, 2013

Sumber foto: rackcdn.com

Hai manusia yang kurang kerjaan. Kali ini saya ingin membahas tentang brokengeart syndrom. Sejenis penyakit yang disebabkan oleh patahnya sebuah hati, harapan yang pupus, atau cinta yang dijanjikan cinta terakhir ternyata sudah kadaluarsa. Eeea.

Ya pokoknya sindrom sakit hati ini banyak diderita oleh penyendiri yang gagal move on dari mantannya. Tau gak, sindrom ini ternyata bisa merugikan fisik dan psikis kita. Pasti pernah ngerasain patah hati 'kan? Rasanya dada itu nyeri pas inget-inget momen bahagia sama doi, rasanya pengen mengakhiri hidup, rasanya pengen nangis terus tiap malem apalagi dengerin lagu romansa, dan rasanya pengen mengulang waktu bersamanya. Sakiiiit banget kalo inget-inget.

Nah, mblo, patah hati itu dapat menyebabkan fisik ikutan sakit. Gak percaya? Percaya aja deh :D

Di Columbia University dan University of Colorado-Boulder, peneliti melakukan penelitian dengan 40 orang. Mereka dipasangkan alat scan otak MRI (Magnetic Resonance Imaging), kemudian mereka ditunjukkan foto-foto mantan mereka. You know what happen then? Ternyata ditemukan 500 scan tanggapan otak, antara lain mengenai sakit fisik, emosi, dan proses psikologis lain. Hasilnya, menurut peneliti bahwa pengalaman perasaan sakit hati dapat mempengaruhi reaksi sakit fisik.

Menurut Thomas Buckley, Ketua Peneliti 'Heart Foundation" mengatakan orang yang sakit hati beresiko tinggi kena serangan jantung 6x lipat! Karena pada kesedihan yang mendalam orang sakit hati cenderung tekanan darahnya meningkat, detak jantung meningkat, penurunan sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan resiko serangan jantung. Selain serangan jantung, orang sakit hati mudah kehilangan akal dan stres.


Sekilas bisa disimpulkan 'kan, mblo. Udah...move on aja...yang lalu biarlah berlalu. Masih banyak ikan di laut kok. Banyak hal bermanfaat yang bisa kamu lakukan atau pikirkan daripada terpaku dan terjebak pada masa yang sudah berlalu---yang selamanya tersimpan dalam memori.

You May Also Like

0 comments