Dear Wanita, Jangan 100% Percaya Pria

by - October 30, 2013

Sumber foto: amazonaws.com

Menurut psikolog, wanita memiliki perasaan yang lebih sensitif daripada pria. Itulah alasannya kenapa mereka lebih sering cemburu, takut kehilangan, ngambekan, cerewet, dan suka khawatir yang berlebihan terhadap pasangannya.


Karena ketika wanita jatuh cinta, dia akan percaya. Ketika wanita memberikan kepercayaan sepenuhnya pada orang yang ia yakini, maka apapun bisa terjadi. Perasaan menjadi alasan prioritas dan mengabaikan apa itu logika. Itu naluri dan insting mutlak sebagai seorang wanita.

Pengalaman terdahulu, ketika saya sebagai wanita yang percaya pada orang yang saya anggap dia satu-satunya dan yang terakhir, "Buat kamu, apa sih yang enggak?" menjadi stimulus kuat bagi saya untuk mencintai dia sepenuh hati. Kemudian ketika keadaan memburuk dan semua menjadi kacau balau yang mengakhiri sebuah harapan. Saya menyadari sesuatu. Saya menyadari penyebab kenapa begitu sakit saat dia meninggalkan seorang wanita dengan mudahnya, sedangkan disini masih dan belum mampu menerima kenyataan. Terlalu sakit dan pahit.

Kenangan indah yang terus hadir di pikiran menjadi keluhan setiap waktu, kenapa hubungan ini cepat berakhir, kenapa hubungan ini tidak bisa berlanjut, kenapa hubungan ini...kenapa...kenapa...

Pertanyaannya, siapa yang menciptakan kenangan indah itu? Dia? Kalian berdua? Oh, tidak. Kalian berdua hanya menciptakan sebuah memori. Label "indah" itu didapat dari persepsimu sendiri. Iya kalo kamu anggap kenangan itu indah, sedangkan dia? Apakah dia menganggap hal yang sama kalau itu indah? Belum tentu. Itu kesalahan pertama.


Sebagai wanita, kadang kamu lupa. Lupa memikirkan dirimu sendiri. Kadang kamu lupa memperhatikan dirimu sendiri, sedangkan dia yang belum tentu memperhatikanmu menguras semua kekhawatiran yang terus melayang-layang di pikiranmu. 

Hal-hal bodoh banyak kamu lakukan demi dia, sebagai simbol atau tanda kalau kamu benar-benar mencintai dia. Misalnya saja, menulis namanya di setiap buku pelajaranmu, menempel foto kalian berdua di pintu lemari baju, mendengarkan lagu yang kamu anggap ada hubungannya dengan kekasih pujaanmu, dan masih banyak lagi. Seolah banyak sekali yang ingin kamu lakukan demi menunjukkan padanya kalau kamu benar-benar jatuh hati padanya. You're just feel like...so over him.

Resikonya ya tanggung sendiri. Ketika dia meninggalkanmu, maka bukan sepenuhnya salahnya yang membuatmu terlalu sakit untuk melepaskan. Kamu yang terlalu cinta padanya. Semua pengorbananmu tinggal kenangan dan sia-sia.




Tapi sialnya, wanita tidak akan pernah terlepas dari kutukan nalurinya. Ketika saya belajar dari sebuah pengalaman, bahwa tidak perlu 100% percaya pada orang yang kamu sayang. Karena pasti sudah tahu akibatnya nanti bagaimana dan seperti apa. Tapi, naluri wanita: ketika dia jatuh cinta, perasaan menjadi alasan prioritas dan mengabaikan apa itu logika. Wanita bisa berkata apa?




Oleh karenanya, ketika seseorang kemarin menyadarkan (lagi), bahwa pria sebenarnya belum tentu sanggup menanggung 100% kepercayaan yang diberikan dari kekasihnya. Kesimpulannya, hei kamu wanita, kurangi segala imajinasimu tentang dia, cukup 80% saja kepercayaan yang kamu berikan padanya. Karena apa? Karena mereka sendiri yang meminta.

You May Also Like

0 comments