Life Mapping (Peta Hidup)

by - September 26, 2013

 

Sebenernya ini salah satu tugas ospek falultas, Student Day. Tapi agak merinding juga pas ngerjainnya, karena maknanya tentang apa yang kita rencanakan sampai umur yang kita tetapkan sendiri. Apalagi Kak Fasilnya bilang, "Semua kata adalah doa." yang artinya apa yang kita tulis bisa menjadi doa dan terkabulkan. Berhubung saya berusia 18th, jadi usia 1-17th adalah prestasi. Jadi, maksudnya, peta bisa dilihat mulai no 18.

Peta hidup yang saya rencanakan :


1. Bisa merangkak dan berjalan
2. Bisa berbicara satu dua kalimat
3. Bisa berkomunikasi lebih baik
4. Cenderung suka bermain daripada diam dirumah
5. Bersekolah dan berteman banyak
6. Bercita-cita menjadi dokter
7. Punya idola artis cilik
8. Gemar menulis imajinasi
9. Waktu dihabiskan bermain daripada belajar
10. Mulai belajar serius
11. Belajar sungguh-sungguh dan lulus ujian nasional SD
12. Masa kanak-kanak berkurang dan masuk SMP
13. Mulai menyukai senior-senior cowok
14. Belajar sungguh-sungguh dan lulus ujian nasional SMP
15. Masuk SMA favorit dan masuk zona remaja
16. Berprestasi di bidang non akademik dan memainkan drama kehidupan remaja
17. Bulatkan tekad dan bekerja keras demi masuk PTN yang diinginkan
18. Membentuk karakter diri sendiri dan memikul status sebagai mahasiswa
19. Penerapan hidup mandiri dan menuntaskan kewajiban yang harus dilunasi
20. Remaja berakhir. Pribadi sudah harus dibentuk dan cita-cita bukan lagi dimimpikan tapi diraih.
21. Tidak ada mata kuliah yang harus diulang. Semua harus tuntas dan beres.
22. Wisuda dan siap menjadi wanita karier.
23. Mendapatkan pekerjaan dan nyaman bekerja di perusahaan tersebut. Terutama di bidang advertising.
24. Menetapkan pilihan sebagai jodoh dan merencanakan rumah idaman.
25. Menikah muda bila sudah dapat calonnya. Punya kediaman sendiri untuk mulai menjalani hidup baru dan bulan madu ke Paris.
26. Punya anak satu, bisa cowok bisa cewek. Kembar juga boleh.
27. Traveling bersama keluarga kecil dan beli mobil.
28. Apabila tabungan cukup, membiayai orang tua naik haji.
29. Membiayai biaya sekolah dua adik dirumah.
30. Menjadi wirausaha dengan mendirikan cafetaria yang dilengkapi rak komik dan cocok untuk nongkrong anak muda.
31. Membangun yayasan penyandang disabilitas dan menjadi pengajar maupun pendiri.
31. Mendirikan pendidikan bagi pengajar maupun relawan yang mau belajar merawat bagi penyandang disabilitas.
32. Menyatukan komunitas peduli sosial maupun lingkungan dan menyusun program-progam baru
33. Menambah jumlah keluarga lagi: anak.
34. Membelikan hadiah untuk orang tua dan adik-adik
35. Berbagi pengalaman hidup dan menuangkannya dalam sebuah buku
36. Menyumbangkan 30% tabungan untuk yayasan tunanetra
37. Membantu anak-anak didik penyandang disabilitas untuk berprestasi
38. Mengenalkan pada dunia bahwa anak disabilitas bisa berprestasi dan pantas diakui seperti yang lainnya
39. Mengajak anak-anak didik tunanetra bertamasya ke daerah wisata maupun bersejarah setiap tahunnya
40. Membuka cabang usaha cafetaria di beberapa tempat
41. Mengadakan perkumpulan relawan-relawan peduli sosial untuk menjalankan program peduli kasih pada oda.
42. Mendirikan komunitas peduli oda.
43. Mengadakan penyuluhan pada masyarakat maupun sekolah tentang bahayanya HIV AIDS dan mengenalkan bahwa oda tidah berbahaya seperti yang dibayangkan.
44. Menjadi motivator bagi oda maupun penyandang disabilitas untuk tidak patah semangat menjalani hidup.
45. Mengadakan komunitas peduli sosial pada anak-anak penyidap kanker.
46. Menyatukan komunitas-komunitas yang sudah dibangun dan memperkenalkannya pada semua masyarakat Indonesia
47. Membuat buku tentang bagaimana perjuangan menjadi anak penyandang disabilitas.
48. Menulis buku tentang perjuangan menjadi oda.
49. Menulis buku motivasi untuk penderita kanker.
50. Menyumbangkan 50% laba dari cafetaria untuk yayasan.
51. Menyekolahkan anak sampai jenjang tinggi.
52. Membuka lowongan pekerjaan untuk saudara atau rekan dekat.
53. Mensejahterahkan kehidupan orang tua, adik-adik, dan keluarga sendiri.
54. Mempunyai cucu yang lucu
55. Naik haji bersama suami tercinta
56. Mengurangi aktivitas di komunitas tapi tetap aktif merawat yayasan penyandang disabilitas.
57. Waktu dihabiskan dirumah merawat cucu dan berdua dengan suami
58. Mengajak keluarga besar berlibur ke Bali, Malang, dan Sulawesi
59. Menerapkan pola hidup sehat bersama suami
60. Menulis buku tentang keluarga sendiri bila mampu
61. Diundang diacara talkshow
62. Mengunjungi anak-anak didik yayasan yang sudah maupun belum berhasil.
63. Memberi bantuan pada anak-anak pengidap kanker.
64. Membuka lapangan pekerjaan bagi tunanetra
65. Mengunjungi oda-oda dan membantu biaya pengobatannya sekaligus memberi mereka motivasi
66. Berbagi sembako pada tetangga sekitar dengan rata
67. Memberi sumbangan anak yatim melalui yayasan maupun secara langsung
68. Hidup bahagia bersama keluarga dirumah sampai waktu dipanggil olehNya.

You May Also Like

0 comments