Kenapa orang nyebelin itu lebih susah dilupain?

by - June 08, 2013


Kenapa orang yang cuek, sombong, dan menyebalkan justru lebih sering gentayangan dipikiran kita? Dan juga, terkadang hal-hal yang gak penting tentang dia justru jadi permasalah serius bagi kita, jika kita sadari dan kita pikirkan sepanjang waktu. Yang tentunya mengusik ketentraman dan ketenangan jiwa. 

Misalnya aja, sama orang yang kita suka. Mau modusin kek misalnya, tapi suatu kondisi kegagalan dalam `ngemodusin` itu tadi yang bikin kita nyesek gak ketulungan. Udah muka hilang, gagal pula, hollyshit. Makanya, kalo mau deketin orang itu harus pinter-pinter nyari caranya, karena kalo nggak, kecewa dan sia-sia akan menanti. Apalagi orang-orang yang sejenis itu, sering menjadi ancaman insomnia di setiap malam.

Dari pertanyaan pertama tadi, jawabannya sederhana. Karena kamu masih menyimpan berjuta-juta rasa penasaran yang belum terungkap, kegagalan untuk mendekatinya, dan yang paling mengerikan adalah dia yang selama ini kamu anggap istimewa ternyata hanya ada dalam fantasimu saja.

Dan kenapa juga, terkadang melupakan orang yang menyakiti lebih sulit daripada orang sudah membahagiakan? Jawabannya, karena pengorbanan kita kepada orang yang kita-anggap-paling-menyakiti lebih besar daripada orang-yang-membahagiakan kita.

Begini, sebenarnya di dunia ini tidak ada yang namanya menyakiti dan tersakiti. Hanya saja sebuah perubahan dan pilihan yang bisa merubah segala hal menjadi lebih buruk atau lebih baik. Satu-satunya cara solusinya adalah menerima. Jangan pernah menyalakan jika dia telah memilih orang lain, karena itu keputusan dia, pilihan dia, dan kita hanya berhak menerima alasannya - dia memilih orang yang lebih baik dari kita.

Yang terakhir, jangan sia-siakan orang yang udah rela berkorban demi kebahagiaanmu. Kamu pasti tau 'kan rasanya rela berkorban tapi tidak dihargai sama sekali?
Belum lagi di dunia ini tidak ada yang kekal dan abadi, termasuk kebahagiaan. Jadi selama ada waktu untuk bahagia, kenapa harus dibuang? Menyesal selalu datang di ujung cerita, bukan di akhir cerita.

You May Also Like

0 comments