Bukan Warga Negara yang Baik

by - April 12, 2013

Malem-malem lagi tiduran di kamar, ada yang ngetuk pintu. Agak kaget campur curiga, tumben ada yang ngetuk. Biasanya kalo mama, gak pakek ngetuk pintu tapi tinggal teriak aja. Tapi kali ini, siapa? Nova? Enggak mungkin. Mantan? Enggak mungkin. Gebetan? Enggak mungkin. Pacar orang? Enggak mungkin. Pocong? Mm...mungkin aja. Mau bukain pintunya tapi udah dibukak dari luar. Jadi mikir, gimana caranya pocong bisa buka pintu?

Ternyata bukan pocong, tapi sosok wanita sambil bawa buku pe-er anak teka. Mungkinkah, dia sejenis arwah gentayangan yang kemana-mana bawa buku anaknya? Hmn...hmn...

"Mama?" ngetes kuping aja, kalo dia gak jawab berarti dia beneran siluman.
Wanita itu menoleh.
"Lidya..." suaranya merintih. Ya, itu beneran mama. Tapi, ada yang aneh.
"Ada apa ma?"
Sambil mendekat agak gengsi-gengsi, mama yang tadinya diduga siluman ini nyodorin buku pe-ernya Nova.
"Itu, tolong lanjutin nomor 4..."
Dan aku liat di buku itu nomor 4 ada kalimat yang kepotong. "4. Kerakyatan yang dipimpin oleh..."
"JADI, MAMA GAK HAFAL PANCASILA?" Shocked.
Mama cuma diem, ooh jadi gitu, kalo kena skak langsung diam seribu bahasa. Oooh..

"Pancasila nomer 4 itu, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Itu yang bener, catet!"

You May Also Like

0 comments