Putih Abu-abu dan Kisahnya

by - February 17, 2013


H-56 menjelang Ujian Nasional. Hari dimana tujuan meraih cita dan asa sekolah selama 3 tahun. Hari menuju kebangkitan melangkah ke masa depan yang lebih cerah, menjalani pilihan yang sudah diridhai oleh Allah SWT dan itu artinya perpisahan manis bersama teman, guru, mantan dan sahabat di sekolah.
Kenangan manis dan pahit tercatat dan tersimpan erat dalam memori. Pelajaran yang tak tercetak dibuku, tidak termasuk kurikulum dan tentu tidak akan terjadi dua kali. Persahabatan, Pengkhianatan dan Cinta kelabu maupun pelangi yang mewarnai masa transisi selama menjadi siswa. Yang akan menjadi dongeng maupun cerita sampai akhir hayat, cerita yang akan diceritakan berulang-ulang.
Bener-bener gak nyangka dan tak terduga. Walaupun belum resmi tapi emang harus diakui dulunya kecil lucu menggemaskan sekarang udah jadi remaja yang dewasa. Setidaknya udah ngerti mana yang baik dan mana yang salah. Tapi tak ada yang mampu menyaingi kenangan saat di sekolah. Setiap hari isinya selain tugas juga perasaan-perasaan bawaan dari sekolah. Malem-malem gak bisa tidur gara-gara ketemu gebetan di kopsis, nangis dipojokan liat mantan makan bareng sama pacarnya di kantin dan shock berat waktu nilai hasil ulangan dibagikan. Waktu kuliah, ataupun waktu kerja, kejadian semasa SMA gak akan terulang lagi. Sedih emang, tapi itu udah jadi sejarah selama waktu berporos.

Ada masa kecil yang bahagia tanpa beban, ada masa remaja yang campur aduk merasa duka dan suka, ada masa dewasa dimana mulai mencari kebahagiaan dengan caranya sendiri dan masa tua yang kembali merasa bahagia tanpa beban.

Aku takut kehilangan semua orang yang aku sayangi. Berpisah dengan orang yang disayang dukanya dalem banget. Pisah sama sahabat, pisah sama orang tua dan pisah sama adik-adikku yang masih kecil mungil. Tapi aku lebih sedih lagi kalo mereka menangis dan kecewa melihat aku gagal. Tak ada kesuksesan tanpa perjuangan dan pengorbanan. Pengorbanan berpisah dengan orang-orang yang disayang demi masa depan untuk senyuman mereka sudah menjadi suatu keharusan dan kewajian.
Tiga hal penting dalam hidup, 1. Kesempatan 2. Pilihan 3. Perubahan
Ambilah kesempatan yang datangnya hanya sekali, tentukan pilihanmu sekarang dan berusahalah untuk membuat perubahan yang baik dan benar atas caramu sendiri, toh yang merasakan akhirnya juga kamu sendiri.
Orang tua sudah melakukan tugas dan pengorbanannya untuk kamu, sekarang saatnya kamu membalas tugas dan pengorbanan mereka. Banggakan orang tuamu, setialah pada pasanganmu dan jaga persahabatnmu.

Berhenti untuk terus mengingat masa lalu, terutama hal buruk yg telah terjadi. Fokuslah hari ini tuk buat masa depan yg lebih baik. Listen to your own heart, not other people's heart. Since no one is responsible for your future except yourself ~

You May Also Like

0 comments