A half year of 2012

by - July 01, 2012

1 Juli 2012.
Well, today was a half year of 2012. Do u have a wish for this moment? All people wish and hope it, what they want to be, what they need to be and what they dream to be. Even me, have a wish. Big wish exactly. I cant tell it one by one. There's too much my will and i cant tell you. Hihi :D
But over all, if i have a minute to meet God. I wouldnt ask anything but i would like thankfull for what i have now.
U know, God hasnt a telephone. But we talk to him. God hasnt a facebook, but we friend with him. God hasnt a  twitter, but we follow him. :)
Would you tell me what do you want in this middle year? I would.


Aku pengen masalah yang ada di bulan Januari sampek bulan Juni selesai secepatnya. Dan masalah yang akan datang enam bulan ke depan lebih mudah dicarikan jalan keluarnya. Diberi kesempatan untuk bernahafas dan kesehatan untuk orang-orang yang aku sayang, semuanya. Karena kehilangan orang yang disayang lebih menyakitkan dari meninggalkan orang yang di sayang.
Sifat-sifat buruk yang menjamur di tubuhku ini bisa pudar. Nggak teledor, nggak pelupa, nggak hobi melamun dan nggak lagi melakukan hal-hal yang memalukan diri sendiri. Setidaknya itu aja sih doaku.

Hebat ya, ya pokoknya hebat aja. Dalam catatan sejarah udah lewat setengah tahun ini, belum ada agenda tanggal yang dilingkarin hati. What's that mean? Belum ada tanggal jadian selama enam bulan terakhir di 2012. Walopun aku udah ngejomblo selama...kalo dihitung, satu bulan lagi bakal ngerayain satu tahunnya aku meraih gelar duta jomblo.
Nggak masalah sih aku jomblo atau nggak jomblo, bagaimanapun dan apapun, ini udah jalannya. Aku milih jalur untuk menyendiri, bukan disendirikan karena alasan gak ada yang mau deketin. Cause why? Karena selama sendiri itu bisa memikirkan banyak hal, semua hal, kecuali asmara. Kalo tau aja ya, mikirin asmara itu lebih bikin puyeng dan nggak bisa dijelasin pusingnya kayak apa, bahkan lebih rumit waktu ngerjain ulangan harian yang malemnya udah belajar keras sekalipun. Menurutku sih.
Jomblo itu cuma modus. Sebenernya misi sebagai jomblo itu, mengesampingkan urusan asmara dan konsentrasi menata skenario untuk masa depan. Bukan berarti nggak mau pacaran. Jujur, aku pengen punya pacar (jujur banget itu). Tapi kalo emang nggak siap untuk sakit hati lagi, ngapain buru-buru memaksakan diri membuang waktu secara sia-sia buat pacaran? Oke, nyari pacar itu harus selektif. Nggak cukup mikir dua kali untuk mencocokkan dia dengan pikiran dan batin, kalo dari hati sih gampang banget. Karena cowok itu udah jagonya ngerebut hati cewek. Dan, itu aja. Bye~

You May Also Like

3 comments