Sukses Itu Apa Sih? Ini Pendapatku

by - April 13, 2011


 

Hello over there...how was your day? 


Kali ini aku mau bagi-bagi pikiran tentang apa itu sukses. Semua orang pengen sukses dan hidup sejahtera, benar begitu bukan? Cuma orang bodoh dan tolol yang gak mau hidupnya sukses. Sukses itu mencapai titik kemakmuran hidup. Tapi jangan salah sangka, apakah dengan sukses kita bisa bahagia? Belum tentu.

Berbagai motivasi yang aku dapet, aku bener-bener berpikir lebih dua kali bahkan dalam kurun waktu yang lama. Orang sukses belum tentu dulunya pintar. Artinya, kalau SMA-nya puinter, tapi gedhenya? Apa kita tahu? Nggak 'kan? Semua tergantung takdir. Terlalu ambisius itu tidak menjamin besarnya peluang untuk mencapai kesuksesan. Yang ada hanya usaha, keberuntungan, dan restu Tuhan. Semua usaha dan keberuntungan itu memang udah diatur sama Tuhan Yang Maha Esa. Makanya, salah kamu kalo bilang dia beruntung, lebih tepatnya dia diberi restu Tuhan. Gak ada yang tiba-tiba dan instan, bahkan keberuntungan pun juga sudah diatur. Daripada pusing dan iri karena mereka dan dia bisa, lebih baik intropeksi diri dan menjadi diri sendiri. Ada banyak cara lain untuk sukses dengan menjadi diri sendiri. Am I right?

Makanya, aku menelaah bener-bener kata mama. Kita sekarang masih pakek uang orang tua dan seharusnya serius dengan kewajiban kita. Tinggalkan jauh  rasa gengsi yang lebih mengutamakan penampilannya. Biar deh gak masalah di sekolah berpenampilan culun, nggak pintar dan terkucilkan. Toh percuma juga kalo berpenampilan keren tapi di masa depan kelak ekspektasi akan menjadi apa sulit untuk dicapai. 


Yang penting, mengertilah pergaulan dan bisa menjaga diri. Kalau mau nakal, nakal yang bisa kamu pegang sendiri tanggung jawabnya. Kalo mau nakal, emang sekarang waktunya. Make your time worth as it used to be. Jadilah anak muda sebagaimana biasanya, habiskan waktu untuk bermain dan jadilah diri sendiri. Lupain kebutuhan sosial akan popularitas dan tekanan gaya apapun itu yang lagi ngetren. 


Mandiri adalah senjata ampuh untuk pelajar yang umurannya masih ala ala sweet alias bau kencur. Aku sekarang masih duduk di kelas satu semester dua jalan. Aku milih jurusan IPS di kelas 2. Banyak yang bertanya, kenapa nggak milih IPA? Aku cuma tersenyum aja menjawab pertanyaan mereka dengan jawaban yang sama tentunya. Kalo aku jelasin, bisa-bisa aku nyerocos sampai bibirku monyong dan takutnya nggak bisa kembali seperti semula.


Kenapa aku milih IPS? Aku berpikir, kalau aku milih IPA, pastinya aku memilih menjadi keperawatan maupun kebidanan. Dilihat dari segi tabiatku yang seperti ini, bisa-bisa kalo operasi pasien guntingnya ketinggalan di perut. Atau, kalo jadi perawat bisa salah kasih obat sadar ke pasien yang mau operasi, gimana? Nggak lucu 'kan? Ya itu, aku nggak mau milih IPA. 
Padahal hasil tes IQ ku hasilnya aku di sarankan milih IPA. Lagipula, aku mah gak bakal jodoh sama angka dan rumus. Aku sih jodohnya sama kamu. Eaakakak.


Aku milih IPS karena aku suka banget dengan pelajarannya. Jujur aja, aku nggak bisa pelajar eksak. Kalian tau, nilai ujian kimiaku dapet berapa? Dua puluh. Ya, dua puluh dari angka 100! Bisa bayangin seberapa jongkoknya kemampuanku menghitung. Ngeliat angka yang berkuadrat itu rasanya merinding, seolah tulisan itu nggak jauh beda dengan ulet atau kecoa. Sama sekali gak ada keinginan untuk menyentuh kertas soal yang berhubungan dengan angka-angka kematian. Apalagi bertemu dengan pelajaran monster seperti Fisika? Kimia? Bisa-bisa aku kena serangan stroke kalau harus 2 tahun mendapatkan dua pelajaran momok itu. 




Bahkan aku merasa aku bisa menggapai citaku menjadi seorang politikus. Melalui IPS, perkembangan opiniku akan masalah yang terjadi bisa diapresiasikan dengan mudah. Tanpa berpikir keras tapi punya ideologi yang cerdas, aku pikir itu cukup sebagai amunisi senjata menghadapi perang nasib.


Mungkin banyak yang mencemoh dan menganggap aku ini bodoh dan nggak punya kepintaran. Aku gak peduli apa yang mereka katakan. Aku gak punya waktu untuk mengurusi orang-orang yang membenciku, aku lebih memanfaatkan waktu untuk menyayangi orang-orang yang menyayangiku. Gitu aja sih, kok repot.

Terus, tujuanku paling utama adalah membanggakan kedua orang tua. Aku pengin balas budi pada mereka, aku pengen jadi wanita karie, Amin. Semuanya akan aku kesampingkan saat aku menggapai satu tujuanku itu. Tenang Ma, Pa, Dik, Mas, Pakde, Bude, aku janji akan mempertanggung jawabkan kata-kataku ini. Janji harus di tepati. Aku minta do'a dan restu dari semuanya, kelak nanti aku ingin mengukir senyum kebanggaan di bibir semua orang yang aku sayangi dan aku percayai. Karena aku sayang mereka dan cinta mereka. Mereka harapanku untuk hidup, nafasku, segalanya untukku. Aku berterimakasih dan bersyukur, di beri kenikmatan hidup yang belum memuaskan nafsu tapi aku benar-benar bersyukur. Jika aku punya waktu satu menit bertemu dengan Tuhan, aku gak bakal menuntut apa yang aku inginkan tapi bersyukur atas apa yang aku miliki. Segala kekuranganku akan aku jadikan kelebihan.

You May Also Like

0 comments