Dua Semester Berlalu Bareng Kelas X-4 "Serampat Sandal"

by - February 24, 2011



Hello there! How was your mood today?

Aku mau sharing dan cerita tentang kelas X-4 selama dua semester berlalu. Aku boleh dibilang bangga nama saya masuk di daftar kelas X.4 yang sekarang punya nama sendiri, called by Serampat Sandal. Singkatan dari, Serangkaian Anak Sepuluh Empat Siswa Andalan. Ecieeh. Kriuk kriuk. Cukup standart lah ya sama yang lain, meski begitu anaknya keren-keren kok. How could that be? CEKIDOT!


Mengawali cerita sebagai siswa baru itu gak begitu mudah, tapi jalani aja pelan-pelan. Kemampuan berkomunikasi dan berpenampilan itu faktor utama buat dapetin popularitas. Sialnya, saya berpendidikan di SMP yang hijau alias deket sama kebun dan nggak tau apa-apa sama yang namanya fashion atau apa itu pacaran. Sumpah, aneh sangat sangat polos, sepolos kain kafan dan sebersih kertas hvs putih. Alhasil, saya dengan nama Lidya Carolina absen 24, dicap sebagai anak cupu. So fine. No hard feeling. Emang kenyataannya begitu, mau digimanain lagi --" 

Well, permulaan yang cukup bagus. Yang bikin nilai minus, dulu  SMP pakek kerudung. Dan di SMA ini, pengen coba eksperimen baru yakni buka kerudung. Kalo ditanyain, "Loh, Lidya kerudungnya mana?" Jawab aja, "Lagi nyangkut di tiang kabep PLN".

Temen pertama saya, namanya Kiki. Dia ini cewek solehah yang dalam keadaan apapun selalu panik. Waktu dapet nilai jelek dia panik, dapet nilai bagus juga panik. Aku yang dapet nilai 30 even worst aja biasa-biasa aja, santai aja. Teman lain namanya Alifta, dia ini hobi dongengin tentang pacarnya. Pacarnya ngentut atau cebok aja diceritain. Lalu lanjut lagi ke Ika, dia ini ratu kritikus. Kalo kamu pakek atasan warna ijo dan bawahnya kuning, dia pasti langsung berkomentar "Orang yang lewat di depan kamu bingung nanti, itu orang atau lampu merah?!"



Dan dalam beberapa waktu ini, nilai saya yang, yah, tau sendiri bagaimana keadannya, belum ada progres. Saya selalu gagal meloloskan diri dari penjara remidi. Kata orang, kegagalan adalah cobaan. Ya 'kan?
   
Bedanya dengan kelas lain, X-4 ini kompak banget loh. Yah, meskipun wajar lah ya ada kelompok anak pinter, kelompok tengah-tengah, kelompok brutal nakal, dan kelompok yang dibully. Kalo saya mah ada di tengah-tengah, tapi di bagian hierarki paling bawah. Ehehe.
Cukup senang bisa menghabiskan dua semester pertama di SMA bareng temen-temen Serampat Sandal. Mereka semua baik, less conflict, dan kata guru kelas ini yang anak-anaknya pinter. Tapi tetep aja, aku bukan termasuk anak pinter yang dimaksud. I'm just ordinary girl in the middle of great student.


Kekompakan ikut partisipasi gerak jalan Umum


Eeaa...editan alay ala ala photoscape nih

You May Also Like

0 comments